❤️ Happy Valentine’s Day

Kasih yang Tidak Hanya Romantis, Tetapi Menyelamatkan

Romo John Subani, Pr

Hari ini dunia merayakan Valentine’s Day. Bunga mawar dibagikan. Coklat diberikan. Pesan cinta dikirimkan. Media sosial dipenuhi ucapan manis dan foto kebersamaan.Namun di balik semua simbol itu, pertanyaan terdalamnya adalah: Apa sebenarnya arti kasih?

Valentine bukan sekadar hari perayaan perasaan. Ia mengajak kita kembali pada akar terdalam cinta, yaitu cinta yang berani, setia, dan berkorban.

Tradisi Gereja mengaitkan hari ini dengan sosok Santo Valentinus, seorang imam dan martir abad ke-3 yang diyakini memberkati pasangan-pasangan secara diam-diam ketika pernikahan dilarang oleh kekaisaran Romawi. Ia mempertaruhkan hidupnya demi mempertahankan kesucian cinta dan martabat perkawinan.

Kasih baginya bukan sekadar rasa.

Kasih adalah komitmen.

Kasih adalah keberanian.

Kasih adalah kesetiaan sampai akhir.

Dan ketika kita merenungkan Hari Valentine dalam terang iman, kita tidak bisa melepaskannya dari Sabda yang agung dalam 1 Yohanes 4:8:”Allah adalah kasih.”

Jika Allah adalah kasih, maka setiap cinta sejati selalu memiliki jejak ilahi di dalamnya.

 Kasih yang Menumbuhkan, Bukan Menguasai

Di zaman ini, cinta sering direduksi menjadi sensasi sesaat. Kita hidup dalam budaya instan:

instan tertarik, instan dekat, instan bosan, instan pergi. Padahal kasih sejati tidak pernah instan. Ia tumbuh. Ia berproses. Ia dimurnikan oleh pengorbanan dan waktu.

Kasih yang sehat:

Tidak memenjarakan, tetapi membebaskan.

Tidak memanfaatkan, tetapi memuliakan.

Tidak menguasai, tetapi melayani.

Valentine seharusnya menjadi hari untuk bertanya kepada diri sendiri: Apakah cintaku membuat orang lain bertumbuh? Apakah kehadiranku menghadirkan damai? Apakah kasihku meneguhkan, atau justru melukai?

 Bagi yang Sudah Menikah

Hari ini bukan hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta. Hari ini juga milik para suami dan istri yang telah berjalan bersama dalam badai dan terang. Cinta dalam perkawinan bukan tentang perasaan yang selalu berbunga. Ia adalah pilihan setiap hari. Pilihan untuk tetap setia. Pilihan untuk tetap mengampuni. Pilihan untuk tetap berbicara lembut ketika hati lelah. Valentine menjadi pengingat bahwa cinta perlu dirawat. Bukan hanya dirayakan.

 Bagi yang Masih Menanti

Jika hari ini Sahabatku belum memiliki pasangan, jangan merasa kurang. Kasih bukan hanya tentang relasi romantis.

Ada kasih persahabatan.

Ada kasih keluarga.

Ada kasih pelayanan.

Ada kasih kepada Allah dan sesama.

Hari Valentine bukan tentang “siapa yang memberimu bunga,” tetapi tentang “seberapa besar engkau mampu menjadi berkat bagi orang lain.”

 Puncak Segala Kasih

Refleksi ini akan terasa kurang lengkap bila kita tidak melihat salib. Karena di sanalah cinta mencapai puncaknya. Di salib, kita melihat kasih yang tidak lari. Kasih yang tidak menyerah. Kasih yang tidak bersyarat. Valentine sejati bukan hanya tentang dua hati yang bertemu, tetapi tentang hati yang rela memberi diri.

 Pesan untuk Pembaca Sahabat Sabda dan Pena

Hari ini, jangan hanya mengirim coklat. Kirim juga pengampunan. Jangan hanya memberi bunga.

Berikan juga perhatian. Jangan hanya menulis “I love you.” Hidupilah kasih itu dalam tindakan konkret. Karena pada akhirnya, dunia tidak kekurangan orang yang berkata cinta. Dunia kekurangan orang yang menghidupi cinta.

Happy Valentine’s Day.

Semoga kasih yang kita rayakan hari ini bukan kasih yang dangkal, melainkan kasih yang berakar pada Allah, bertumbuh dalam kesetiaan, dan berbuah dalam kebaikan.

Dengan penuh kasih dan doa, untuk semua Sahabat Sabda dan Pena, dari sahabat setiamu romo John Subani, Pr 🌹

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *