Selamat pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.
Semoga pagi ini hati kita dibuka untuk menyambut karya Allah yang setia, yang sering hadir dengan cara yang sederhana, perlahan, namun penuh makna.
Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil Lukas 2:22–40
“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera,
menurut firman-Mu,
sebab mataku telah melihat keselamatan
yang dari pada-Mu.” (Luk 2:29–30)
Tema Refleksi Hari ini Senin 02 Februari 2026 adalah:”Keselamatan yang Dikenali oleh Hati yang Menanti.”
Injil hari ini membawa kita ke Bait Allah, tempat di mana Maria dan Yosef dengan setia menjalankan hukum Tuhan. Yesus hadir bukan sebagai anak ajaib yang disambut gemuruh, melainkan sebagai bayi sederhana dalam pelukan orang tua-Nya. Namun justru di sanalah dua orang tua Simeon dan Hana mengenali karya Allah yang besar.
Siapakah Simeon dan Hana?
Mereka adalah orang-orang yang menua bersama harapan. Hidup mereka tidak diisi oleh kegelisahan menunggu, tetapi oleh kesetiaan berdoa, mendengar, dan percaya. Mereka tidak menuntut tanda spektakuler; mereka hanya setia tinggal di hadirat Tuhan.
Apa yang mereka lihat?
Bukan kemegahan, melainkan keselamatan. Bayi kecil itu mereka kenali sebagai terang bagi bangsa-bangsa. Mata iman mereka lebih tajam daripada mata jasmani.
Mengapa mereka bisa mengenali Yesus?
Karena hidup mereka dibentuk oleh kesabaran, keheningan, dan kesetiaan. Hati yang terbiasa menunggu Tuhan tidak mudah melewatkan kehadiran-Nya.
Injil ini menegur kita dengan lembut:
Apakah kita masih mampu mengenali karya Allah yang hadir secara diam-diam dalam hidup kita?
Ataukah kita hanya menunggu Tuhan datang dengan cara yang besar dan ramai?
Yesus masih datang hari ini dalam keluarga, pekerjaan, studi, pelayanan, juga dalam pergulatan hidup. Namun hanya hati yang mau menanti dalam doa dan kesetiaan yang dapat berkata bersama Simeon:
“Mataku telah melihat keselamatan.”
Tugas Perutusan Hari Ini:
Hari ini, latihlah diri untuk berhenti sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan dalam satu peristiwa sederhana:
sebuah percakapan, tugas rutin, atau sikap sabar yang lahir dari cinta.
Jangan terburu-buru Tuhan sering hadir dalam yang tidak tergesa-gesa.
Doa:
Tuhan yang setia,
ajarilah kami untuk menanti seperti Simeon dan Hana:
dengan hati yang tenang, doa yang tekun, dan iman yang sabar.
Bukalah mata batin kami agar mampu mengenali keselamatan-Mu
yang hadir dalam kesederhanaan hidup kami sehari-hari.
Amin.
Berkat Perutusan:
Semoga Allah Bapa yang setia dalam janji-Nya memberkati kita.
Semoga Yesus Kristus, Sang Keselamatan, tinggal dalam hati dan langkah kita.
Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk peka dan setia dalam menanti.
Doa dan berkat untukmu semua, Sahabatku,
dari Sahabatmu
Romo Yohanes Subani, Pr.
Selamat menjalani hari ini dengan hati yang tenang, setia, dan penuh harapan, Sahabatku
