Ucapan Selamat Pagi dan Refleksi
SELAMAT PAGI, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga pagi ini membawa damai di hati, kejernihan dalam pikiran, dan keteguhan dalam langkah hidup serta pelayanan kita. Apa pun yang kita hadapi hari ini, kiranya Sabda Tuhan menjadi terang yang menuntun.
Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil Markus 7:1-7
“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.”
(Markus 7:6)
Injil hari ini, Markus 7:1–13, memperlihatkan Yesus yang berbicara dengan tegas kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang menilai kesalehan dari hal-hal lahiriah, tetapi kehilangan kedalaman hati.
Tema Refleksi Hari ini Selasa 10 Februari 2026 adalah: “Ketika Iman Kehilangan Hati“
Sahabatku terkasih dalam Kristus, Yesus tidak sedang menolak aturan, dan Ia juga tidak memusuhi tradisi. Yang Ia soroti adalah sesuatu yang lebih halus namun berbahaya yaitu iman yang tetap berjalan secara lahiriah, tetapi berhenti hidup di dalam hati. Bibir memuji Tuhan, tangan melakukan hal-hal religius, tetapi batin tidak lagi sungguh berjumpa dengan Allah.
Tradisi, bila dihayati dengan benar, dapat menuntun manusia semakin dekat kepada Tuhan. Namun ketika tradisi dijalankan tanpa cinta, tanpa kesadaran, dan tanpa relasi, ia berubah menjadi rutinitas yang kering. Pada titik itu, apa yang seharusnya menjadi jembatan menuju Allah justru menjadi pengganti Allah: kebiasaan menggantikan ketaatan sejati, formalitas menyingkirkan kasih.
Yesus melihat bahaya ini dengan sangat jelas. Ia melihat bagaimana manusia dapat merasa diri benar hanya karena menjalankan aturan, sambil perlahan membiarkan hatinya menjauh. Kesalehan menjadi tampilan, bukan lagi perjumpaan. Iman menjadi kewajiban sosial, bukan lagi relasi personal dengan Allah yang hidup.
Sabda hari ini mengajak kita untuk kembali ke pusat iman yaitu hati. Tuhan tidak mencari kesempurnaan lahiriah, melainkan hati yang mau dibentuk, hati yang jujur, hati yang sungguh ingin mengasihi. Dari hati yang dekat dengan Allah akan lahir tindakan yang benar, pelayanan yang tulus, dan hidup yang menjadi kesaksian.
Yesus tidak meruntuhkan iman kita; Ia memurnikannya. Ia mengundang kita untuk berhenti sejenak, menanggalkan topeng kesalehan, dan kembali kepada iman yang hidup, iman yang bernapas, yang mendengarkan, dan yang mengasihi.
Tugas Perutusan Hari Ini:
Hari ini, lakukanlah satu tindakan iman yaitu dengan doa, pelayanan, atau perhatian kepada sesama dengan kesadaran penuh dan ketulusan hati, bukan sekadar karena kebiasaan.
Doa:
Tuhan Yesus, Engkau mengenal hatiku lebih dari siapa pun. Sucikanlah aku bukan hanya dari kesalahan yang tampak, tetapi dari kesalehan yang kosong dan hati yang menjauh. Bentuklah aku menjadi pribadi yang beriman dengan jujur, agar hidupku memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.
Berkat Perutusan:
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, memberkati hatimu, memurnikan niatmu, dan meneguhkan langkahmu hari ini dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabatmu
Romo John Subani, Pr.

Selamat pagi Romo Terima kasih untuk renungan hari ini