Ucapan Selamat Pagi dan Selamat Tahun Baru Imlek
Selamat pagi, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.Rahmat dan damai Tuhan menyertai langkah kita di hari yang baru ini. Hari ini juga kita menyampaikan dengan penuh hormat: Selamat Tahun Baru Imlek – Tahun Kayu Api kepada saudara-saudari kita yang merayakannya. Semoga tahun yang baru membawa terang, kebijaksanaan, ketekunan, keberanian, dan hati yang diperbarui dalam kasih serta persaudaraan.
Kutipan Sabda Hari Ini:
Sabda Tuhan hari ini diambil Injil Markus 8:14-21
“Hati-hatilah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”
“Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Masihkah kamu belum mengerti dan belum memahami?”
Tema Refleksi:
Tema Refleksi Hari ini Selasa 17 Februari adalah: Hati yang Terbakar, Mata yang Terbuka
Sahabatku terkasih dalam Kristus, dalam Injil hari ini, para murid panik karena lupa membawa roti. Mereka hanya punya satu roti di perahu. Mereka sibuk memikirkan kekurangan.
Yesus justru berbicara tentang “ragi.” Bukan soal roti, tetapi tentang cara berpikir dan cara melihat hidup. Ragi orang Farisi adalah ragi kemunafikan. Ragi Herodes adalah ragi kekuasaan dan egoisme. Yesus menegur para murid bukan karena mereka tidak membawa roti, tetapi karena mereka belum memahami siapa Dia. Bukankah sering kita juga seperti itu? Kita terlalu sibuk menghitung kekurangan kita, lupa menghitung mukjizat Tuhan. Yesus mengingatkan mereka: Lima roti untuk lima ribu orang. Tujuh roti untuk empat ribu orang. Dan tetap saja hati mereka belum mengerti.
Sahabatku, Tahun Kayu Api melambangkan pertumbuhan (kayu) dan semangat menyala (api). Kayu bertumbuh perlahan tetapi pasti. Api menyala memberi terang dan menghangatkan. Namun api juga bisa membakar bila tidak diarahkan. Yesus hari ini mengajak kita memurnikan “ragi” dalam hati: Apakah ada ragi kekhawatiran berlebihan? Apakah ada ragi iri hati? Apakah ada ragi ego dan ketakutan? Apakah ada ragi kurang percaya pada penyelenggaraan Tuhan?
Sering kita merasa hidup kekurangan “roti:” kekurangan dana, kekurangan dukungan, kekurangan peluang, kekurangan keamanan. Padahal Tuhan sudah berkali-kali menunjukkan penyelenggaraan-Nya.
Yesus bertanya: “Masihkah kamu belum mengerti?” Itu pertanyaan yang lembut sekaligus mengguncang. Tahun baru bukan hanya soal keberuntungan atau shio. Tahun baru adalah kesempatan untuk membersihkan hati dari ragi yang salah dan membiarkan Roh Tuhan menyalakan api iman yang sehat.
Api iman bukan api amarah. Api iman adalah terang pengharapan. Api iman menghangatkan keluarga. Api iman menerangi keputusan hidup. Kayu yang bertumbuh pelan tapi kokoh adalah lambang kesabaran. Api yang menyala dengan terarah adalah lambang kebijaksanaan. Bila keduanya dipadukan dengan iman, maka tahun ini akan menjadi tahun pertumbuhan rohani.
Tugas Perutusan Hari Ini:
Hari ini, cobalah: Mengingat kembali satu mukjizat Tuhan dalam hidupmu. Membuang satu “ragi” negatif dalam hatimu. Mengucapkan selamat Imlek kepada saudara yang merayakannya dengan tulus. Menjadi api kecil yang menghangatkan keluarga, bukan membakar suasana.
Doa:
Tuhan Yesus, Bukalah mata hatiku agar aku tidak hanya melihat kekurangan, tetapi melihat penyelenggaraan-Mu yang besar.Bersihkanlah hatiku dari ragi kemunafikan, egoisme, dan ketakutan. Jadikanlah hatiku kayu yang bertumbuh kokoh dalam iman, dan api yang menyala dalam kasih. Berkatilah saudara-saudari kami yang merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga damai-Mu tinggal dalam setiap keluarga. Amin.
Berkat Perutuasan:
Semoga Tuhan memberkati kita semua di tahun yang baru ini. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Doa dan berkat untukmu semua Sahabatkudari Sahabatmu
Romo John Subani, Pr.
