Allah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

1.Ucapan Selamat Pagi dan Refleksi

Selamat pagi, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga hari baru ini menjadi kesempatan indah untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan yang penuh kasih dan belas kasih. Setiap hari adalah anugerah baru dari Tuhan, kesempatan baru untuk memperbarui hati dan berjalan kembali dalam terang kasih-Nya.

Mari kita memulai hari ini dengan merenungkan Sabda Tuhan yang memberi harapan dan kehidupan.

2. Kutipan Sabda

 Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Lukas 15:1–3.11–32

 β€œKetika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayah itu berlari mendapatkan dia, lalu merangkul dan mencium dia.” (Luk 15:20)

3. Tema Refleksi

Allah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

4. Refleksi

Perumpamaan tentang anak yang hilang merupakan salah satu kisah paling indah dalam Injil. Dalam kisah ini, Yesus memperlihatkan wajah Allah yang penuh kasih dan belas kasih kepada manusia. Anak bungsu dalam perumpamaan itu meninggalkan rumah ayahnya. Ia ingin hidup menurut keinginannya sendiri. Ia menghabiskan seluruh warisannya dan akhirnya jatuh dalam kemiskinan dan penderitaan. Dalam keadaan yang paling rendah itulah ia mulai menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk kembali kepada ayahnya.

Namun, bagian paling mengharukan dari kisah ini bukanlah kepulangan sang anak, melainkan sikap sang ayah. Ketika anak itu masih jauh, ayahnya sudah melihatnya. Hatinya tergerak oleh belas kasihan. Ia bahkan berlari menyambut anaknya. Yesus ingin menunjukkan bahwa Allah tidak menunggu manusia menjadi sempurna terlebih dahulu sebelum kembali kepada-Nya. Allah justru menunggu dengan hati penuh kasih agar manusia mau kembali kepada-Nya. Kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar bagi belas kasih Tuhan. Ketika manusia dengan tulus kembali kepada-Nya, Tuhan selalu membuka pintu pengampunan. Allah adalah Bapa yang selalu menunggu anak-anak-Nya pulang.

5. Tugas Perutusan Hari Ini

Hari ini, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa hati kita. Apakah ada sikap, kesalahan, atau dosa yang perlu kita serahkan kembali kepada Tuhan? Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang terbuka, karena Ia selalu siap menerima kita kembali dengan kasih.

6. Doa

Tuhan yang penuh belas kasih, Engkau adalah Bapa yang selalu menunggu kami kembali kepada-Mu. Ampunilah segala kesalahan kami dan tuntunlah kami untuk kembali berjalan dalam jalan kasih-Mu. Bantulah kami juga memiliki hati yang penuh pengampunan terhadap sesama. Amin.

7. Berkat Perutusan

Semoga Tuhan yang penuh belas kasih memberkati hari kita, menuntun langkah kita, dan memenuhi hati kita dengan damai dan pengharapan. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin. Salam, Doa dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu

Romo John Subani, Pr.

2 komentar untuk “Allah yang Selalu Menunggu Kita Pulang”

  1. Amin…Puji Tuhan…teman saya hari ini kembali karena sempat 5 tahun ikuti ajaran Yehowa, terima kasih Romo atas renungannya, selanay siang, Berkah Dalem πŸ™πŸ™

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *