Hukum Tuhan menjadi hidup dalam hati yang mengasihi.

1. Ucapan Selamat Pagi dan Refleksi Sabda

Selamat pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Pagi ini Tuhan kembali memberi kita anugerah hidup. Napas yang kita hirup, terang matahari yang menyinari bumi, dan kesempatan baru untuk memperbaiki diri adalah tanda bahwa kasih Tuhan belum berhenti bekerja dalam hidup kita. Mari kita membuka hati kita bagi Sabda-Nya, sebab Sabda Tuhan bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk mengubah hati dan menuntun arah hidup kita.

2. Kutipan Sabda

            Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari  Injil: Matius 5:17–19

“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan Hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat 5:17)

3.Tema Refleksi:

 Tema Refleksi hari ini Rabu, 11 Maret 2026 adalah: Hukum Tuhan menjadi hidup dalam hati yang mengasihi.

4. Refleksi

Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus, Sering kali manusia melihat hukum sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan. Aturan dianggap beban, kewajiban dianggap tekanan. Banyak orang menjalankan iman seperti menjalankan daftar tugas: datang ke gereja, berdoa, mengikuti perintah—tetapi hati tetap jauh dari Tuhan.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengoreksi cara berpikir seperti itu. Ia berkata bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum, tetapi untuk menggenapinya. Apa artinya? Yesus ingin menunjukkan bahwa hukum Allah bukan sekadar kumpulan peraturan. Hukum Allah adalah jalan kasih. Semua perintah Tuhan pada akhirnya bertujuan agar manusia belajar hidup benar, adil, dan saling mengasihi.

Yesus sendiri menjadi pemenuhan hukum itu. Ia tidak hanya mengajarkan kasih—Ia menghidupinya sampai tuntas. Ia mengampuni orang berdosa, menyentuh orang yang disingkirkan, dan bahkan memberikan hidup-Nya di salib demi keselamatan manusia.

Dengan kata lain, Yesus mengubah hukum dari sesuatu yang tertulis di batu menjadi sesuatu yang hidup di dalam hati manusia. Maka bagi kita, menjadi orang beriman tidak cukup hanya menjalankan aturan agama. Iman sejati terlihat ketika hukum kasih Tuhan benar-benar mengalir dalam hidup kita: ketika kita memilih mengampuni daripada membalasketika kita memilih jujur meskipun sulit, ketika kita tetap berbuat baik bahkan kepada orang yang melukai kita. Di situlah hukum Tuhan mencapai kepenuhannya. Karena hukum yang sejati bukan hanya tertulis dalam Kitab Suci, tetapi terukir dalam hati yang telah disentuh oleh kasih Kristus.

5. Tugas Perutusan Hari Ini

Hari ini, marilah kita bertanya dalam hati: Apakah iman saya hanya sebatas aturan, ataukah sudah menjadi cara hidup yang penuh kasih? Hari ini cobalah melakukan satu tindakan kasih yang nyata: memaafkan seseorang, menolong orang yang sedang kesulitan, atau mengucapkan kata-kata yang menguatkan bagi mereka yang lemah. Karena setiap tindakan kasih kecil adalah cara kita menggenapi hukum Tuhan dalam hidup sehari-hari.

6. Doa

Tuhan Yesus, Engkau datang untuk menggenapi hukum Allah dengan kasih-Mu yang sempurna.

Sering kali kami menjalankan iman hanya sebagai kewajiban, tanpa hati yang sungguh mencintai-Mu. Ubahlah hati kami, ya Tuhan. Ajarlah kami untuk hidup dalam hukum kasih-Mu: mengampuni dengan tulus, mengasihi tanpa syarat, dan setia melakukan kehendak-Mu setiap hari. Semoga hidup kami menjadi saksi bahwa kasih-Mu sungguh hidup di dunia ini.Amin.

7. Berkat Perutusan

Semoga Sabda Tuhan hari ini menjadi terang bagi langkah hidup kita. Semoga hati kita semakin dipenuhi kasih Kristus yang menghidupkan. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu

Romo John Subani, Pr.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *