Selamat Hari Minggu
Tuhan Melihat Hati Kita
1 Samuel 16:1-13; Efesus 5:8-14; Yohanes 9:1-41
Selamat Hari Minggu, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.
Hari ini Sabda Tuhan memberi kita satu kalimat yang sangat indah dan menyentuh hati:“Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7) Sering kali kita menilai orang dari apa yang terlihat. Kita melihat pakaian seseorang, jabatannya, kekayaannya, lalu kita menganggap orang itu penting. Tetapi Tuhan tidak melihat seperti itu.
Tuhan melihat hati. Ketika Samuel mencari raja bagi Israel, ia melihat anak-anak Isai yang tinggi dan gagah. Ia berpikir: pasti inilah orang yang dipilih Tuhan.Tetapi Tuhan berkata: bukan dia.Akhirnya dipanggil seorang anak muda yang sedang menjaga domba di padang. Ia sederhana, tidak dianggap penting. Namanya Daud.Namun justru dialah yang dipilih Tuhan.
Mengapa? Karena Tuhan tidak mencari orang yang paling kuat. Tuhan mencari hati yang tulus. Injil hari ini menceritakan seorang yang buta sejak lahir. Seumur hidup ia hidup dalam kegelapan. Ketika Yesus menyentuhnya, matanya terbuka. Tetapi mukjizat yang paling indah bukan hanya matanya yang melihat dunia. Yang paling indah adalah hatinya yang melihat Tuhan. Ia berkata kepada Yesus: “Aku percaya, Tuhan.” Yang menyedihkan justru orang-orang Farisi. Mata mereka sehat, tetapi hati mereka tertutup.
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Ada kebutaan yang lebih berbahaya daripada kebutaan mata. Yaitu kebutaan hati. Orang bisa melihat dunia, tetapi tidak melihat kasih Tuhan, tidak bisa melihat kebaikan sesamanya. Orang bisa melihat banyak hal, tetapi tidak melihat penderitaan sesamanya. Hari ini Tuhan mengundang kita untuk berdoa sederhana: “Tuhan, bukalah mataku.”
Bukalah mataku agar aku melihat kasih-Mu dalam hidupku. Bukalah mataku agar aku melihat sesamaku dengan hati yang penuh kasih. Mungkin kita bukan orang besar di mata dunia. Mungkin hidup kita sederhana. Tetapi jika hati kita tulus di hadapan Tuhan, hidup kita sangat berharga di mata-Nya. Karena pada akhirnya, Tuhan tidak melihat penampilan kita. Tuhan melihat hati kita.
Tuhan memberkati kita semua.
Doaku dan berkat untukmu semua Sahabatku dari Sahabat Setiamu
Romo John Subani, Pr.

A m i n.