SELAMAT MINGGU PALMA
IKUT BERSORAK ….. ATAU IKUT SETIA ?
Yesaya 50:4-7; Filipi 2:6-11; Matius 26:14-27:66
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus… Selama hari minggu Palma. Hari ini… kita datang ke gereja dengan sukacita.
Di tangan kita ada daun palma…di bibir kita ada seruan: Hosanna… Hosanna… Hari ini terasa indah…terasa penuh harapan…Seakan-akan…tidak ada yang salah dalam hidup ini. Tetapi…kalau kita diam sejenak…kalau kita sungguh masuk ke dalam Sabda hari ini…kita akan melihat sesuatu yang lain. Orang-orang yang hari ini bersorak: Hosanna! adalah orang-orang yang sama… yang beberapa hari kemudian berteriak: “Salibkan Dia!” Dan pelan-pelan…
Sabda ini mulai menyentuh kita… Apakah mungkin… itu juga cerita kita? Kita juga seperti itu… Hari ini kita berdoa dengan sungguh… hari ini kita merasa dekat dengan Tuhan… tetapi besok… saat hidup tidak berjalan seperti yang kita mau… saat doa terasa tidak dijawab… saat hati mulai lelah… kita mulai menjauh. Kita tidak lagi bersorak…kita mulai diam…bahkan… kadang kita meninggalkan Tuhan.
Saudara-saudariku…Yesus tahu semua itu.Saat Dia masuk ke Yerusalem hari ini…Dia tahu orang akan bersorak…tetapi Dia juga tahu…Dia akan ditinggalkan. Dia tahu…Dia akan dikhianati…disangkal…ditolak…dan akhirnya… disalibkan. Tetapi Dia tetap berjalan masuk. Dia tidak mundur. Mengapa? Karena cinta… tidak lari. Cinta tetap tinggal… meskipun disakiti… meskipun tidak dimengerti… meskipun harus menderita. Dan di situlah… Yesus menunjukkan kepada kita…apa itu kesetiaan.
Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus…Kalau kita jujur…hidup kita juga penuh “Yerusalem”…penuh sorak…penuh semangat…tetapi juga penuh “Golgota”…penuh luka…penuh salib… Bagi yang berjuang dalam usaha… Ada saat kita tergoda untuk memilih jalan cepat… jalan yang menguntungkan… tetapi tidak benar… Di situlah kita diuji. Apakah kita tetap setia… atau kita ikut arus? Bagi yang bekerja… Ada hari-hari kita lelah… tidak dihargai… bahkan disalahpahami… Di situlah kita diuji. Apakah kita tetap bekerja dengan hati… atau kita mulai mengeras? Bagi yang hidup dari tanah…Ada masa menunggu…ada masa gagal… ada masa tidak pasti… Tetapi petani tetap menanam. Yesus juga tetap berjalan…meskipun tahu salib menunggu.
Bagi yang sedang dipanggil Tuhan… Menjadi imam bukan jalan yang mudah… ini jalan yang sunyi… jalan yang sering tidak dimengerti… Tetapi Yesus berjalan duluan. Dan Dia tidak pernah berhenti… sampai salib.
Saudara-saudariku…Yang paling menyentuh dari kisah ini… bukan hanya penderitaan Yesus… tetapi kesendirian-Nya. Teman-teman-Nya lari… murid-Nya menyangkal… orang banyak berubah… dan Dia… sendirian. Dan mungkin…di titik itu… Yesus sangat mengerti kita… saat kita merasa sendirian… saat kita merasa tidak ada yang mengerti… saat kita merasa ditinggalkan…Tetapi justru di situ…Yesus tetap berkata: “Aku setia.”
Saudara-saudari para Sahabatku terkasih dalam Kristus …Hari ini kita membawa daun palma pulang…Tetapi Tuhan tidak bertanya: “Apakah kamu sudah melambai palma?” Tuhan bertanya: “Apakah kamu akan tetap berjalan bersama-Ku… ketika jalan itu menjadi berat?” Mungkin kita tidak sempurna…mungkin kita masih jatuh…masih ragu… tetapi hari ini…kita bisa membuat satu keputusan kecil…“Tuhan…aku tidak selalu kuat… aku tidak selalu setia… tetapi hari ini… aku mau belajar berjalan bersama-Mu… sampai akhir.”
Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus… Hari ini kita mulai perjalanan Pekan Suci… Mari kita tidak hanya ikut bersorak… tetapi ikut berjalan… ikut setia… ikut memanggul salib bersama Yesus… Karena pada akhirnya… yang penting bukan seberapa keras kita berseru Hosanna… tetapi… apakah kita tetap tinggal bersama Yesus… sampai di bawah salib.
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku,dari Sahabat Setiamu Romo John Subani, Pr.

Terima kasih Romo untuk renungan hari ini
Terimakasih Rm atas renungan harian. A m i n