Kasih yang Tidak Menghitung, Iman yang Memberi Total

UCAPAN SELAMAT PAGI & REFLEKSI SABDA

  1. Selamat Pagi

Selamat pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Dari tanah iman Noemuti yang penuh rahmat dan sejarah keselamatan, kita membuka hari ini dengan hati yang hening… karena Tuhan sedang lewat dalam hidup kita.

2.Kutipan Sabda

 Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil Yohanes 12:1–11

“Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.”

3.Tema Refleksi

Tema Refleksi hari ini Senin 30 Maret 2026 adalah Kasih yang Tidak Menghitung, Iman yang Memberi Total

4. Refleksi

Sahabatku terkasih dalam Kristus, Ada dua cara mencintai Tuhan dalam Injil hari ini.

Pertama, seperti Maria. Ia tidak menghitung. Ia tidak menunda. Ia tidak takut kehilangan. Ia memberikan yang terbaik, bahkan yang paling mahal, kepada Yesus. Bagi Maria, Yesus bukan sekadar tamu… tetapi Tuhan yang layak menerima segalanya.

Kedua, seperti Yudas. Ia tampak peduli, tetapi hatinya penuh perhitungan. Ia berbicara tentang kepentingan orang miskin, tetapi sebenarnya ia sedang menyembunyikan kepentingannya sendiri.

Sahabatku terkasih , Injil ini seperti cermin yang jujur bagi kita. Berapa kali kita memberi kepada Tuhan… tetapi masih dengan hitung-hitungan? Berapa kali kita melayani… tetapi masih menyimpan agenda pribadi? Berapa kali kita tampak religius… tetapi hati kita belum sungguh mengasihi?

Maria mengajarkan kita satu hal penting: kasih sejati selalu berani berkorban. Kasih sejati tidak takut “kehilangan” karena tahu bahwa bersama Tuhan, tidak ada yang benar-benar hilang.

Di Noemuti ini, di tengah tradisi iman seperti Kure, kita diingatkan bahwa iman bukan hanya ritus, tetapi penyerahan diri total. Seperti Maria, kita dipanggil untuk “meminyaki kaki Tuhan” dengan hidup kita sendiri: waktu kita, tenaga kita, hati kita. Dan ketika kasih itu sungguh diberikan… hidup kita akan menjadi seperti rumah itu: dipenuhi harum kehadiran Tuhan.

 Pertanyaan refleksi: Apakah aku mencintai Tuhan seperti Maria atau masih seperti Yudas? Apa yang paling berharga dalam hidupku yang belum aku serahkan kepada Tuhan? Apakah imanku sudah menjadi “harum” bagi orang lain?

5. Tugas Perutusan Hari Ini

Hari ini, berikan satu hal terbaik dari dirimu kepada Tuhan tanpa perhitungan. Entah waktu untuk berdoa, perhatian kepada sesama, atau pengorbanan kecil dilakukan dengan kasih yang total.

6. Doa

Tuhan Yesus, ajarilah aku mencintai-Mu tanpa hitung-hitungan. Bebaskan aku dari hati yang sempit dan penuh kepentingan diri. Jadikan hidupku persembahan yang harum di hadapan-Mu sehingga setiap langkahku memuliakan nama-Mu. Amin.

7. Berkat

Semoga Tuhan memberkati langkahmu hari ini, menguatkan imanmu, dan menjadikan hidupmu harum oleh kasih-Nya. Dalam nama Bapak dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu Romo John Subani, Pr.

 Pencerahan dari Timor untuk Dunia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *