Dari Takut Menjadi Pewarta: Kebenaran Kebangkitan Tidak Bisa Dibungkam

UCAPAN SELAMAT PAGI & REFLEKSI SABDA

1. Selamat Pagi

Selamat pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Hari ini kita disapa oleh Sabda Tuhan untuk pergi mewartakan kebangkitan Yesus.

2. Kutipan Sabda

Kutipan Sabda hari ini diambil dari Injil Matius 28:8-15 “Jangan takut. Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea; di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Mat 28:10)

3.Tema Refleksi

Tema refleksi hari ini senin 06 April 2026 adalah Dari Takut Menjadi Pewarta: Kebenaran Kebangkitan Tidak Bisa Dibungkam”

4. Refleksi

Pagi Paskah ini dimulai dengan dua gerakan hati yang sangat manusiawi: takut dan sukacita. Para perempuan berlari dari kubur dengan hati yang campur aduk—takut, tetapi juga penuh kegembiraan. Dan justru di tengah keadaan itu, Yesus yang bangkit datang menjumpai mereka. Ia tidak menunggu mereka sempurna. Ia tidak menunggu mereka bebas dari rasa takut. Ia datang… di tengah ketakutan itu. “Jangan takut!”  Itulah sapaan pertama Tuhan yang bangkit.

Saudara-saudari terkasih, sering kali kita juga hidup dalam ketakutan: takut gagal, takut ditolak, takut kehilangan, bahkan takut menjadi saksi iman. Namun Paskah mengajarkan satu hal penting: kebangkitan Kristus lebih kuat daripada segala ketakutan kita. Menariknya, setelah menghibur, Yesus langsung mengutus: “Pergilah dan katakanlah…” Artinya, orang yang mengalami Tuhan tidak boleh diam. Ia harus menjadi pewarta.

Namun, Injil hari ini juga menunjukkan sisi lain: para penjaga kubur justru memilih menyembunyikan kebenaran. Mereka menerima uang untuk menyebarkan kebohongan. Di sinilah kita dihadapkan pada pilihan besar: menjadi saksi kebenaran, atau menjadi penyebar ketakutan dan kebohongan. Paskah bukan hanya tentang Kristus yang bangkit, tetapi juga tentang kita yang dipanggil untuk bangkit dari ketakutan menuju keberanian, dari diam menuju pewartaan. Pertanyaan Refleksi:  Apa ketakutan terbesar yang masih menghambat saya untuk menjadi saksi Kristus? Apakah saya lebih sering diam, atau berani mewartakan kebenaran? Dalam hidup saya, apakah saya membawa kabar kebangkitan atau justru keraguan?

5. Tugas Perutusan Hari Ini

Hari ini, jadilah pewarta sederhana:  Sampaikan satu kalimat harapan kepada seseorang. Doakan seseorang yang sedang takut atau putus asa.  Tunjukkan bahwa Kristus hidup—melalui sikapmu.

6. Doa

Tuhan Yesus yang bangkit,

Engkau tahu bahwa hati kami sering dipenuhi ketakutan. Namun, Engkau datang membawa damai dan keberanian. Ubah hati kami, ya Tuhan, agar kami tidak hanya percaya, tetapi juga berani bersaksi. Jadikan hidup kami pewartaan nyata bahwa Engkau sungguh hidup dan bekerja di tengah dunia ini. Amin.

7. Berkat

Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati kita, Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu Romo John Subani, Pr

2 komentar untuk “Dari Takut Menjadi Pewarta: Kebenaran Kebangkitan Tidak Bisa Dibungkam”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *