CANON DAILY# 88- KANON 88 KITAB HUKUM KANONIK 1983
Oleh Romo John Subani, Pr
1. Teks Kanon (Latin dan Terjemahan Resmi Gereja)
Canon 88 Ordinarius loci potest dispensare a legibus dioecesanis et, quoties id ad bonum spirituale conferre iudicet, etiam a legibus particularibus pro suo territorio vel subditis latis ab auctoritate superiori; non autem a legibus quarum dispensatio Apostolicae Sedi vel alii auctoritati specialiter reservata sit.
Kanon 88 Ordinaris wilayah dapat memberikan dispensasi dari undang-undang diosesan dan, setiap kali ia menilai bahwa hal itu bermanfaat bagi kebaikan rohani, juga dari undang-undang partikular yang ditetapkan oleh otoritas yang lebih tinggi untuk wilayahnya atau bawahannya; tetapi tidak dari undang-undang yang dispensasinya secara khusus dicadangkan bagi Takhta Apostolik atau otoritas lain.
2. Judul Inti Kanon: Kuasa Dispensasi Ordinaris Wilayah terhadap Hukum Partikular
3. Uraian Edukatif-Pastoral
(Dimensi Biblis-Teologis -Yuridis)
A. Dimensi Biblis
Dalam Gereja perdana, para penatua dan pemimpin lokal memiliki peran nyata dalam mengatur kehidupan komunitas (bdk. Kis 14:23). Kepemimpinan tidak bersifat tunggal pada satu figur saja, tetapi berjalan dalam struktur pelayanan. Kanon 88 mencerminkan struktur kolegial dan hirarkis itu dalam tata hukum Gereja.
B. Dimensi Teologis
Secara teologis, ordinarius wilayah (misalnya vikaris jenderal atau administrator tertentu) berbagi dalam munus regendi. Namun, kuasa mereka tidak absolut; ia berada dalam relasi dengan: Uskup diosesan, otoritas yang lebih tinggi, Takhta Apostolik. Kanon ini menegaskan bahwa Ordinaris dapat mendispensasi: pertama, Hukum diosesan., kedua, Hukum partikular yang lebih tinggi, jika itu demi kebaikan rohani umat. Namun, tidak dapat mendispensasi hukum yang dicadangkan secara khusus bagi Takhta Apostolik atau otoritas lain. Prinsipnya tetap: Ad bonum spirituale fidelium.
C. Dimensi Yuridis
Secara yuridis, Kanon 88 memperluas kuasa dispensasi, tetapi tetap dengan batas: dapat mendispensasi: hukum diosesan. Hukum partikular yang lebih tinggi (selama tidak dicadangkan). Tidak dapat mendispensasi: Hukum universal yang tidak termasuk dalam cakupan ini. Hukum yang dicadangkan bagi Takhta Apostolik. Kanon ini menunjukkan bahwa struktur Gereja bersifat bertingkat dan kompetensinya terdistribusi. Dispensasi bukan monopoli satu tingkat otoritas, tetapi berjalan dalam sistem hirarkis yang tertib.
4. Implikasi Praktis Pastoral
Kanon 88 memiliki dampak nyata dalam praktik keuskupan.
1. Vikaris Jenderal
Dapat memberi dispensasi dari norma diosesan tertentu.
2. Administrator Keuskupan
Dalam batas kuasa, dapat mendispensasi hukum partikular.
3. Kejelasan Reservasi
Perlu memastikan apakah suatu hukum dicadangkan bagi Takhta Apostolik.
4. Fleksibilitas Pastoral
Membantu menghindari birokrasi berlebihan dalam kasus-kasus pastoral mendesak.
5. Penutup Reflektif
Kanon 88 mengajarkan bahwa kuasa dalam Gereja bukanlah sentralisasi absolut, melainkan distribusi yang tertib. Ordinaris wilayah turut ambil bagian dalam pelayanan pastoral melalui dispensasi yang sah. Namun, setiap kuasa memiliki batas. Dalam pelayanan pastoral, norma ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab lokal dan kesetiaan kepada struktur universal Gereja. Karena dalam Gereja, hukum bukan hanya aturan, tetapi sarana pelayanan bagi keselamatan umat.
6. Rujukan Resmi Gereja dan Magisterium
Kitab Hukum Kanonik 1983, Kan. 88 (Edisi Resmi Bahasa Indonesia, KWI 2023).
Kanon 87 (kuasa Uskup Diosesan).
Kanon 85 (definisi dispensasi).
Kanon 381 dan 479 (kuasa Vikaris Jenderal).
Yohanes Paulus II, Sacrae Disciplinae Leges (1983).
Beal, Coriden & Green (eds.), New Commentary on the Code of Canon Law.
Caparros et al., Exegetical Commentary on the Code of Canon Law.

Terimakasih Rm.