1. Ucapan Selamat Pagi dan Refleksi
Selamat pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga pagi ini menjadi awal hari yang penuh rahmat. Tuhan yang memberi kita kehidupan hari ini juga mengundang kita semua untuk kembali mendengarkan Sabda-Nya, merenungkannya, dan membiarkannya membentuk hati kita. Sabda Tuhan pagi ini mengajak kita untuk melihat dengan jujur bagaimana kita menanggapi kasih Allah yang dipercayakan kepada kita.
2. Kutipan Sabda
Sabda Tuhan Hari Ini diambil dari Injil Matius 21:33–43.45–46
“Dengarlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah yang membuka kebun anggur dan membuat pagar sekelilingnya. Ia menggali tempat pemerasan anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya: yang seorang mereka pukul, yang lain mereka bunuh, dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya, mereka berkata seorang kepada yang lain: Inilah ahli warisnya. Mari kita bunuh dia supaya warisannya menjadi milik kita. Maka mereka menangkap dia, melemparkannya ke luar kebun anggur dan membunuhnya. Maka apabila tuan kebun itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Yesus berkata: “Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang menghasilkan buah.”
3. Tema Refleksi
Tema refleksi hari ini, Jumat, 06 Maret 2026, adalah “Apakah Kita Menghasilkan Buah bagi Tuhan?”
4. Refleksi
Perumpamaan tentang penggarap kebun anggur adalah salah satu kisah yang paling kuat yang disampaikan Yesus. Dalam kisah ini, Yesus menggambarkan hubungan antara Allah dan umat-Nya. Tuan kebun dalam perumpamaan ini adalah Allah sendiri. Kebun anggur melambangkan umat Allah. Para penggarap adalah orang-orang yang dipercayakan untuk merawat kehidupan umat. Allah telah menyiapkan segala sesuatu dengan penuh kasih. Ia membuat kebun, memasang pagar, menggali tempat pemerasan anggur, dan mendirikan menara. Semua itu menggambarkan betapa besar perhatian Allah terhadap umat-Nya.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Para penggarap tidak setia kepada kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Ketika hamba-hamba tuan datang untuk mengambil hasil kebun, mereka dipukul, dilempari batu, bahkan dibunuh. Akhirnya anak tuan sendiri pun dibunuh. Yesus sebenarnya sedang berbicara tentang sejarah keselamatan. Para nabi yang diutus Allah sering ditolak oleh umat-Nya. Bahkan Putra Allah sendiri, Yesus Kristus, akhirnya ditolak dan disalibkan.
Namun, perumpamaan ini tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Sabda ini juga berbicara kepada kita hari ini. Allah juga mempercayakan “kebun anggur” kepada kita. Kehidupan kita, keluarga kita, pelayanan kita, bahkan Gereja sendiri adalah kepercayaan dari Allah. Pertanyaan yang muncul adalah: Apakah kita menghasilkan buah dari kepercayaan itu? Kadang-kadang kita ingin menikmati berkat Allah, tetapi kita lupa bahwa hidup kita juga harus menghasilkan buah bagi-Nya. Kita menerima banyak rahmat, tetapi tidak selalu mengembalikan hidup kita kepada Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa Kerajaan Allah bukan hanya soal menerima rahmat, tetapi juga tentang menghasilkan buah. Buah itu tampak dalam: kasih kepada sesame; kesetiaan dalam tugas; kerendahan hati dan hidup yang setia kepada Tuhan. Hidup kita menjadi kebun anggur Tuhan. Pertanyaannya sederhana tetapi mendalam. Apakah Tuhan menemukan buah dalam hidup kita?
5. Tugas Perutusan Hari Ini
Hari ini marilah kita bertanya kepada diri sendiri:
Apa buah yang saya hasilkan dalam hidup saya?
Cobalah melakukan satu tindakan nyata hari ini:
berbuat baik kepada seseorang
memaafkan orang yang menyakiti kita
atau melayani dengan hati yang tulus
Buah kecil pun sangat berarti di hadapan Tuhan.
6. Doa
Tuhan Yesus yang baik, Engkau telah mempercayakan hidup ini kepada kami seperti kebun anggur yang harus kami rawat. Ampunilah kami ketika kami sering lupa menghasilkan buah yang baik dalam hidup kami. Bantulah kami untuk hidup setia kepada-Mu, sehingga hidup kami dapat menghasilkan buah kasih, kebaikan, dan kesetiaan bagi kemuliaan nama-Mu. Amin.
7. Berkat Perutusan
Semoga Tuhan memberkati langkah hidup kita hari ini. Semoga Sabda-Nya menjadi terang yang menuntun kita untuk hidup setia kepada-Nya. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu
Romo John Subani, Pr.


Amin…terima kasih Romo… smg kami mampu menghasilkan buah , slmt siang… Berkah Dalem🙏🙏
A m i n 🙏