Belas Kasihan yang Tidak Membiarkan Kita Pulang dengan Lapar

Ucapan Selamat Pagi

SElAMAT PAGI, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga hari ini kita mengalami perhatian Tuhan yang nyata dalam hal-hal sederhana, dan belajar percaya bahwa kasih-Nya tidak pernah kurang bagi kita.

Kutipan Sabda Hari Ini:

Injil hari ini diambil dari Markus 8:1-10

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu… Jika mereka Kusuruh pulang dengan lapar ke rumahnya, mereka akan pingsan di jalan.” Lalu Yesus mengambil tujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya…

Dan mereka makan sampai kenyang.

Tema Refleksi:

Tema refleksi hari ini Sabtu 14 Februari 2026 adalah Belas Kasihan yang Tidak Membiarkan Kita Pulang dengan Lapar.

Sahabat terkasih , Injil hari ini kembali mengisahkan mukjizat penggandaan roti. Tetapi yang paling menyentuh bukan hanya roti yang bertambah, melainkan hati Yesus yang tergerak oleh belas kasihan. Yesus melihat kebutuhan orang banyak sebelum mereka meminta. Ia tahu mereka lelah. Ia tahu mereka lapar. Ia tahu perjalanan pulang mereka jauh. Dan Ia tidak tega membiarkan mereka pulang tanpa kekuatan.

Sering kali kita berpikir Tuhan bekerja hanya melalui mukjizat besar. Padahal mukjizat selalu berawal dari kasih yang peka terhadap kebutuhan manusia. Yesus bertanya kepada para murid: “Berapa roti yang ada padamu?” Pertanyaan itu juga ditujukan kepada kita. Tuhan tidak memulai dari apa yang tidak kita miliki. Ia memulai dari apa yang ada di tangan kita.

Tujuh roti. Sedikit. Terbatas. Tidak cukup menurut logika manusia. Tetapi ketika roti yang terbatas itu diserahkan kepada Tuhan, menjadi cukup bahkan berlimpah. Sering kali hidup kita terasa seperti tujuh roti: waktu yang terbatas,  tenaga yang tidak seberapa,  kemampuan yang sederhana, iman yang kadang goyah. Namun di tangan Tuhan, yang sedikit bisa menjadi berkat bagi banyak orang.

Injil hari ini juga menyentuh kehidupan keluarga, pekerja, petani, mahasiswa, dan siapa pun yang sedang berjuang. Tuhan tidak hanya peduli pada doa-doa besar kita, tetapi juga pada kebutuhan nyata hidup sehari-hari. Yesus tidak berkata: “Tahan saja laparmu.” Ia berkata: “Aku tidak mau mereka pulang dengan lapar.” Itulah hati Allah: tidak membiarkan umat-Nya pulang dengan kosong.

Tugas Perutusan Hari Ini:

Hari ini, cobalah: Membagikan sesuatu yang kecil tetapi tulus. Memberikan perhatian kepada seseorang yang tampak lelah atau sedang berjuang. Percayalah, apa yang kecil di tanganmu bisa menjadi mukjizat di tangan Tuhan.

Doa:

Tuhan Yesus yang penuh belas kasih, Engkau melihat lapar kami, Engkau tahu kelelahan kami, Engkau memahami keterbatasan kami. Ajarlah kami untuk menyerahkan “tujuh roti” hidup kami kepada-Mu. Jadikanlah apa yang kecil dalam diri kami menjadi berkat bagi banyak orang. Dan jangan biarkan kami berjalan pulang tanpa kekuatan-Mu. Amin.

 Berkat Perutusan:

Semoga Tuhan yang penuh belas kasih menguatkan langkahmu hari ini, mengisi kekuranganmu dengan rahmat-Nya, dan menjadikan hidupmu roti yang dibagikan bagi sesama. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabatmu Romo John Subani, Pr.

1 komentar untuk “Belas Kasihan yang Tidak Membiarkan Kita Pulang dengan Lapar”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *