Diutus Tanpa Beban, Dikuatkan Oleh Kepercayaan

[12.59, 3/2/2026] RM.John Subani, PR-Kupang: Selamat Pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.
Semoga pagi ini kita dibangunkan bukan hanya oleh cahaya matahari, tetapi oleh kerinduan untuk kembali belajar percaya, berharap, dan membuka hati bagi karya Allah yang sering hadir secara sederhana.

Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil Markus 6:1–6

“Yesus datang ke tempat asal-Nya… tetapi mereka menolak Dia…
Lalu Ia berkata: ‘Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri.’
Dan Ia heran karena ketidakpercayaan mereka.”

Tema Refleksi Hari ini Rabu 04 Februari 2026 adalah “Ketika Yang Terlalu Dekat Membuat Kita Gagal Percaya.”

Yesus kembali ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan, dikenal, dan dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun justru di sa…
[13.23, 3/2/2026] RM.John Subani, PR-Kupang: https://sahabatsabdadanpena.com/ketika-yang-terlalu-dekat-membuat-kita-gagal-percaya/yohanes-subani/
[08.55, 4/2/2026] RM.John Subani, PR-Kupang: Selamat pagi untuk Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.
Kiranya hari ini kita melangkah dengan hati yang tenang, iman yang teguh, dan keberanian untuk setia pada perutusan Tuhan dalam hidup kita.

Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil Markus 6:7–13

“Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. Ia berpesan supaya mereka tidak membawa apa-apa dalam perjalanan selain tongkat saja.”

Tema Refleksi Hari ini Kamis 5 Februari 2026 adalah :”Diutus Tanpa Beban, Dikuatkan oleh Kepercayaan.”

Yesus memanggil para murid bukan untuk sekadar berada di dekat-Nya, tetapi untuk diutus. Panggilan selalu berujung pada perutusan. Menariknya, Yesus tidak mengutus mereka satu per satu, melainkan berdua-dua. Ia tahu bahwa perjalanan iman tidak selalu mudah. Akan ada lelah, takut, dan penolakan. Karena itu, kebersamaan menjadi kekuatan, dan kehadiran sesama menjadi tanda bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan siapa pun sendirian dalam misi-Nya.

Yang mengejutkan justru bekal yang diizinkan Yesus: hampir tidak ada. Tidak membawa roti, bekal, atau uang. Seolah Yesus ingin membongkar rasa aman manusiawi yang sering kita bangun sendiri. Ia mengajar para murid dan juga kita bahwa perutusan bukan bertumpu pada apa yang kita miliki, melainkan pada siapa yang mengutus. Ketika kita berjalan dalam ketaatan, Tuhan sendiri yang akan mencukupi.

Yesus juga realistis. Ia tidak menjanjikan bahwa semua orang akan menerima pewartaan para murid. Ada tempat yang menyambut, ada pula yang menolak. Namun penolakan bukan kegagalan. Para murid diajar untuk tetap melangkah tanpa menyimpan luka atau kepahitan. Mereka dipanggil untuk setia, bukan untuk mencari pengakuan.

Sabda ini menyentuh hidup kita hari ini. Dalam tugas, pelayanan, pekerjaan, dan relasi, sering kali kita ingin segala sesuatu pasti dan aman sebelum melangkah. Tetapi Injil mengajak kita percaya lebih dulu, berjalan lebih dulu, dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Di sanalah iman bertumbuh. Di sanalah kuasa Allah bekerja bukan dalam kemewahan, tetapi dalam kesederhanaan dan kepercayaan.

Tugas Perutusan Hari Ini:

Hari ini, jalani satu tugas atau pelayanan tanpa banyak keluhan dan tanpa pamrih. Lakukan dengan hati yang ringan sebagai orang yang sadar: aku diutus, bukan berjalan sendiri.

Doa:

Tuhan Yesus,
Engkau memanggil dan mengutus kami dengan penuh kepercayaan.
Ajarlah kami melepaskan rasa aman palsu,
berjalan dengan iman yang sederhana,
dan setia dalam setiap perutusan,
entah diterima atau ditolak.
Jadilah Engkau kekuatan dan pengharapan kami.
Amin.

Berkat Perutusan:

Semoga Allah Tritunggal Mahakudus
memberkati langkah hidupmu hari ini,
menguatkan imanmu dalam pengutusan,
dan menjadikan dirimu alat kasih dan damai-Nya
di mana pun engkau berada dalam Nama Bapak dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Doa dan berkat untukmu semua Sahabatku
dari Sahabatmu
Romo John Subani, Pr.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *