Effata: Ketika Tuhan Membuka Apa yang Tertutup dalam Hidup Kita

Ucapan Selamat Pagi

SELAMAT PAGI, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga pagi ini hati kita terbuka, telinga kita siap mendengar, dan bibir kita dimampukan untuk mewartakan kebaikan Tuhan.

Kutipan Sabda:

            Kutipan Sabda  hari ini diambil dari Injil Markus 7:31-37

“Effata!” artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinganya, dan pulihlah lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.Mereka takjub dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik; yang tuli  dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

Tema Refleksi:

 Tema Refleksi hari ini,  Jumat 13 Februari 2026, adalah: “Effata: Ketika Tuhan Membuka Apa yang Tertutup dalam Hidup Kita.”

Sahabat terkasih, hari ini kita menyaksikan Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan bisu. Ia tidak hanya melakukan mukjizat dari jauh. Ia membawa orang itu secara pribadi, menyentuh telinganya, menyentuh lidahnya, dan berkata: “Effata -Terbukalah.”

Yesus tahu bahwa ada banyak bentuk ketulian dan kebisuan dalam hidup manusia. Tidak semua ketulian adalah soal telinga. Ada ketulian hati: kita mendengar Sabda, tetapi tidak masuk ke dalam jiwa. Ada kebisuan iman: kita tahu kebaikan, tetapi takut bersuara. Ada ketertutupan relasi: kita hidup bersama, tetapi tidak sungguh mendengarkan satu sama lain.

Yesus menyembuhkan dengan sentuhan. Ia tidak mempermalukan, tidak memamerkan kuasa-Nya. Ia mendekat. Ia peduli secara personal. Ini menunjukkan bahwa Allah bekerja tidak dengan cara memaksa, melainkan dengan kelembutan kasih.

Seruan Effata bukan hanya mukjizat fisik. Itu adalah doa Gereja sampai hari ini. Dalam Sakramen Baptis pun kata ini diucapkan: “Terbukalah, agar engkau mendengar Sabda Allah dan mengakuinya.” Tuhan ingin kita menjadi orang yang terbuka:

Terbuka terhadap Sabda-Nya

Terbuka terhadap sesama

Terbuka terhadap pertobatan

Terbuka terhadap kebenaran

Kadang kita tuli karena ego. Kadang kita bisu karena takut. Kadang kita tertutup karena luka. Tetapi Yesus tidak pernah berhenti berkata: Effata. Dan ketika Tuhan membuka, bukan hanya telinga dan mulut yang berubah, hidup kita menjadi kesaksian.

Orang-orang berkata tentang Yesus bahwa “Ia menjadikan segala-galanya baik.”

Inilah karya Allah: memulihkan, bukan menghukum; membuka, bukan menutup; menyembuhkan, bukan mempermalukan.

Tugas Perutusan Hari Ini:

Hari ini, cobalah melakukan dua hal sederhana:

1. Dengarkan sungguh-sungguh satu orang tanpa memotong pembicaraan.

2. Ucapkan satu kata penguatan kepada seseorang yang membutuhkan.

Biarlah Sabda Effata terjadi melalui hidupmu.

Doa:

Tuhan Yesus, Bukalah telingaku agar aku peka terhadap Sabda-Mu. Bukalah hatiku agar aku tidak keras terhadap kasih-Mu. Bukalah mulutku agar aku berani mewartakan kebaikan dan kebenaran.

Sembuhkan setiap ketertutupan dalam diriku, agar hidupku menjadi tanda bahwa Engkau menjadikan segala sesuatu baik. Amin.

 Berkat Perutusan:

Semoga Tuhan yang membuka telinga orang tuli dan memulihkan lidah orang bisu, membuka hatimu hari ini, memberi keberanian dalam kesaksian, dan menjadikan hidupmu alat damai-Nya.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabatmu Romo John Subani, Pr.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *