1.Ucapan Selamat Pagi dan Refleksi Sabda
Selamat pagi untuk Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.Semoga pagi ini Tuhan menyentuh hati kita melalui Sabda-Nya, supaya kita belajar mencintai lebih dalam, mengampuni lebih tulus, dan berjalan lebih dekat dengan-Nya.
2. Kutipan Sabda
Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Matius 18:21–22
“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ‘Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?
Yesus berkata kepadanya: ‘Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”
3. Tema Refleksi
Tema Refleksi hari ini, Selasa, 10 Maret 2026, adalah “Hati yang Diampuni, Hati yang Mengampuni.”
4. Refleksi
Sahabatku terkasih dalam Kristus, setiap orang pasti pernah disakiti. Ada kata-kata yang menusuk hati. Ada sikap yang mengecewakan. Ada orang yang pernah melukai kepercayaan kita. Luka itu kadang tinggal lama di dalam hati. Kita tersenyum di luar, tetapi di dalam hati masih ada perih yang belum sembuh. Mungkin itulah sebabnya Petrus bertanya kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni?”
Pertanyaan itu sebenarnya bukan hanya pertanyaan Petrus. Itu adalah pertanyaan kita semua. Sampai kapan kita harus bersabar? Sampai kapan kita harus mengampuni orang yang terus melukai kita? Yesus menjawab dengan cara yang mengejutkan: “Bukan tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali.” Artinya: pengampunan tidak boleh dihitung dengan angka. Mengapa? Karena kita sendiri hidup setiap hari dari pengampunan Tuhan. Coba kita renungkan sejenak: Berapa kali Tuhan sudah mengampuni kita? Saat kita jatuh dalam dosa… Saat kita lalai dalam doa… Saat kita melukai hati orang lain… Tuhan tetap membuka tangan-Nya dan berkata: “Aku mengampunimu.”
Inilah inti perumpamaan yang diceritakan Yesus: Ada seorang hamba yang memiliki hutang sangat besar; hutang yang mustahil ia bayar. Tetapi tuannya menghapus seluruh hutang itu. Itulah gambaran belas kasih Tuhan kepada kita. Namun, hamba yang sama itu kemudian bertemu dengan temannya yang hanya berutang sedikit kepadanya. Dan ia menolak mengampuni.
Betapa sering kita juga seperti hamba itu. Kita menerima pengampunan Tuhan yang begitu besar, tetapi kita masih sulit mengampuni kesalahan kecil sesama kita. Padahal, ketika kita mengampuni, kita tidak sedang membenarkan kesalahan orang lain. Kita sedang membebaskan hati kita sendiri dari beban kebencian. Pengampunan adalah jalan menuju kedamaian batin. Hati yang penuh dendam selalu gelisah. Tetapi hati yang belajar mengampuni akan menemukan ketenangan yang dalam. Hari ini Tuhan mengundang kita untuk memiliki hati yang serupa dengan hati-Nya: hati yang penuh belas kasih.
5. Tugas Perutusan Hari Ini
Coba ingat satu orang yang mungkin pernah melukai hati kita. Hari ini jangan membalas dengan kemarahan. Sebaliknya, doakan dia. Walaupun sulit, katakan dalam hati: “Tuhan, aku memilih untuk mengampuni.” Langkah kecil itu bisa menjadi awal penyembuhan hati kita.
6. Doa
Tuhan Yesus yang penuh belas kasih, Engkau tahu luka-luka yang kami simpan di dalam hati. Kami sering sulit mengampuni karena rasa sakit itu masih terasa. Tetapi hari ini kami datang kepada-Mu. Lembutkanlah hati kami. Sembuhkanlah luka kami. Ajarlah kami untuk mengampuni seperti Engkau mengampuni kami. Biarlah damai-Mu memenuhi hati kami dan mengalir kepada sesama kami. Amin.
7. Berkat Perutusan
Semoga Tuhan memberkati hari kita dengan damai dan kasih-Nya.Semoga kita menjadi pembawa pengampunan di tengah dunia. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu Romo John Subani, Pr


Terimakasih Rm atas renungan pagi… Amin
Amin…terima kasih Romo… tidak apa sy disakiti asal saya tidak menyakiti….saya rela disakiti tapi yg jaga saya pasti tidak rela. Selanat malam, Berkah Dalem 🙏🙏