Hati yang Dipenuhi Tuhan atau Hati yang Kosong?

1.Ucapan Selamat pagi dan Refleksi Sabda

Selamat Pagi, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.Semoga pagi ini Tuhan menyentuh hati kita dengan damai-Nya. Ketika mata kita terbuka hari ini, itu berarti Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk hidup, untuk berubah, dan untuk semakin dekat dengan-Nya. Mari kita membuka hati kita bagi Sabda Tuhan yang selalu hidup dan mampu mengubah hidup kita.

2.Kutipan sabda

Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil menurut Lukas 11:14–27.

Dalam Injil ini Yesus mengusir setan dari seorang yang bisu. Orang itu sembuh dan dapat berbicara kembali. Banyak orang kagum, tetapi ada juga yang menuduh Yesus bekerja dengan kuasa setan.

Yesus lalu mengingatkan sesuatu yang sangat dalam:  “Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku; dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”

3.Tema Refleksi

Tema Refleksi hari ini, Kamis, 12 Maret 2026, adalah  Hati yang Dipenuhi Tuhan atau Hati yang Kosong?

4. Refleksi

Sahabat terkasih dalam Kristus, ada satu bagian Injil hari ini yang sangat menyentuh. Yesus berkata bahwa roh jahat yang keluar dari seseorang dapat kembali lagi dan menemukan rumah itu bersih tetapi kosong. Karena kosong, roh jahat itu masuk kembali dan keadaan orang itu menjadi lebih buruk daripada sebelumnya. Yesus sebenarnya sedang berbicara tentang hati manusia.

Hati kita seperti sebuah rumah. Tuhan ingin tinggal di dalamnya. Tetapi sering kali kita membersihkan rumah itu hanya dari hal-hal buruk, tanpa sungguh-sungguh mengundang Tuhan untuk tinggal di dalamnya. Kita mungkin tidak melakukan dosa besar. Kita menjalani hidup biasa saja. Tetapi kadang-kadang hati kita kosong.

Kosong dari doa. Kosong dari Sabda Tuhan. Kosong dari kasih. Kosong dari kerinduan akan Tuhan. Dan ketika hati menjadi kosong, dunia dengan mudah mengisinya dengan hal-hal lain: kecemasan, iri hati, kemarahan, kesombongan, bahkan keputusasaan. Yesus ingin mengingatkan kita hari ini: hidup bersama Tuhan bukan hanya soal menghindari yang jahat, tetapi mengisi hidup dengan kasih Tuhan.

Hati yang dipenuhi oleh Tuhan akan menjadi rumah yang damai. Tetapi hati yang kosong mudah menjadi rumah bagi kegelisahan. Karena itu Yesus berkata dengan sangat tegas: “Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.” Kalimat ini bukan ancaman, melainkan panggilan kasih. Tuhan ingin kita tidak hidup jauh dari-Nya. Ia ingin tinggal di dalam hati kita. Ia ingin menjadi pusat hidup kita. Sahabatku, mungkin hari ini kita perlu bertanya dengan jujur: Apakah hati saya sungguh menjadi tempat tinggal Tuhan?

5. Tugas Perutusan Hari Ini

Hari ini lakukan satu hal sederhana: Buka hati kita bagi Tuhan. Luangkan beberapa menit untuk berdoa dengan tenang. Katakan kepada Tuhan: “Tuhan, tinggallah di dalam hatiku hari ini.”Biarkan hati kita dipenuhi oleh kasih-Nya.

6. Doa

Tuhan Yesus yang penuh kasih, Engkau mengenal hati kami lebih daripada kami mengenal diri kami sendiri. Sering kali hati kami kosong dan dipenuhi oleh banyak kekhawatiran dunia.

Sering kali kami menjalani hidup tanpa sungguh-sungguh menghadirkan Engkau di dalam hati kami. Datanglah, ya Tuhan. Tinggallah dalam hati kami. Penuhilah hati kami dengan terang-Mu, dengan kasih-Mu, dan dengan damai-Mu, agar hidup kami sungguh menjadi tempat tinggal-Mu. Amin.

7. Berkat Perutusan

Semoga Tuhan memberkati hari ini dengan damai dan harapan baru.

✠Dalam nama Bapa  dan Putra  dan Roh Kudus . Amin.

Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu

Romo John Subani, Pr

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *