UCAPAN SELAMAT PAGI & REFLEKSI SABDA
1. Selamat Pagi
Selamat pagi, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.
Pagi ini Tuhan kembali menyapa kita dengan kasih yang lembut, kasih yang tidak memaksa, tetapi memanggil nama kita satu per satu. Di tengah air mata, kelelahan, dan pergulatan hidup, Tuhan yang bangkit tidak menjauh. Ia justru datang mendekat. Ia hadir. Ia mengenal kita. Ia memanggil kita dengan cinta.
2.Kutipan Sabda
Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil Yohanes 20:11-18
“Yesus berkata kepadanya: Maria! Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: Rabuni! artinya Guru.”
(Yohanes 20:11–18)
3. Tema Refleksi
Ia Memanggil Namaku
4. Refleksi
Sahabatku terkaasih dalam Kristus. Injil hari ini sangat indah dan sangat menyentuh hati. Maria Magdalena berdiri di dekat kubur Yesus dan menangis. Ia datang dengan cinta, tetapi hatinya masih dipenuhi duka. Ia mencari Yesus, tetapi ia belum sadar bahwa Yesus yang bangkit sebenarnya sudah sangat dekat dengannya. Bahkan ketika Yesus berdiri di hadapannya, Maria belum mengenali-Nya.
Betapa sering ini juga terjadi dalam hidup kita. Kita menangis, kita gelisah, kita merasa kehilangan arah, lalu kita berkata, “Tuhan, di mana Engkau?” Padahal Tuhan tidak pernah pergi. Ia ada di dekat kita. Ia melihat air mata kita. Ia mendengar keluhan kita. Hanya saja, mata hati kita sering tertutup oleh kesedihan, kekecewaan, atau ketakutan.
Perubahan besar terjadi saat Yesus hanya mengucapkan satu kata: “Maria!” Bukan khotbah panjang. Bukan mukjizat besar. Hanya satu panggilan nama. Tetapi justru di situlah Maria sadar: ini Tuhan. Ia mengenal suara kasih itu. Ia mengenal cara Tuhan memanggil dirinya. Dan dalam sekejap, air mata berubah menjadi sukacita, kehilangan berubah menjadi perjumpaan, kesedihan berubah menjadi pengharapan.
Inilah kabar gembira bagi kita pagi ini: Tuhan yang bangkit mengenal nama kita. Ia tidak memanggil kita sebagai orang asing. Ia memanggil kita secara pribadi. Ia tahu luka kita. Ia tahu beban kita. Ia tahu perjuangan yang tidak dilihat orang lain. Ia tahu doa-doa yang kita simpan diam-diam dalam hati. Dan hari ini Ia berkata kepada kita: “Aku mengenalmu. Aku tidak meninggalkanmu.”
Namun, Yesus tidak berhenti pada perjumpaan pribadi. Ia juga mengutus Maria: “Pergilah kepada saudara-saudara-Ku…” Artinya, orang yang sungguh bertemu dengan Kristus yang bangkit tidak akan tinggal diam. Ia akan menjadi pewarta. Ia akan membawa kabar sukacita kepada orang lain. Ia akan menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh hidup.
Kadang-kadang kita ingin terus tinggal dalam kenyamanan rohani pribadi: berdoa, menangis, merasakan Tuhan, lalu selesai. Tetapi Paskah menuntut lebih. Paskah meminta kita bangkit dari kesedihan, berdiri dalam harapan, lalu pergi membawa terang. Maria yang tadinya menangis di kubur, kini menjadi pewarta kebangkitan. Itulah kekuatan perjumpaan dengan Kristus.
Maka pagi ini, mari kita bertanya dalam hati: apakah saya masih sibuk menangisi kubur-kubur hidup saya? Kubur kegagalan, kubur dosa lama, kubur luka batin, kubur penolakan, kubur rasa tidak berharga? Tuhan yang bangkit datang bukan untuk membiarkan kita tinggal di dekat kubur itu. Ia datang untuk memanggil kita keluar. Ia memanggil nama kita agar kita hidup kembali.
Sahabatku, jangan takut bila hari-harimu belum sempurna. Jangan putus asa bila hidupmu masih penuh tangis. Maria Magdalena pun bertemu Tuhan justru di tengah tangisnya. Air mata tidak menghalangi perjumpaan dengan Tuhan. Yang penting adalah hati tetap mencari-Nya. Dan bagi hati yang tetap mencari, Tuhan pasti datang dan memanggil.
Hari ini, dengarkanlah suara itu. Mungkin Tuhan tidak berbicara dengan suara keras. Tetapi Ia hadir lewat Sabda-Nya, lewat doa, lewat Ekaristi, lewat seseorang yang menguatkan kita, lewat tugas kecil yang harus kita jalani dengan setia. Dalam semuanya itu, Tuhan sedang berkata: “Aku di sini. Aku memanggilmu. Bangkitlah.”
5. Tugas Perutusan Hari Ini
Hari ini, ambillah waktu sejenak untuk diam dalam doa dan bayangkan Tuhan memanggil nama Anda dengan penuh kasih. Sesudah itu, bawalah sukacita Paskah kepada satu orang: lewat pesan singkat, sapaan hangat, pengampunan, atau kata-kata penguatan.
6. Doa
Tuhan Yesus yang bangkit, sering kali hatiku seperti Maria Magdalena: mencari Engkau di tengah air mata, tetapi tidak segera mengenali kehadiran-Mu. Panggillah aku lagi, ya Tuhan, dengan kasih-Mu. Bukalah mata hatiku agar aku melihat bahwa Engkau hidup, Engkau dekat, dan Engkau tidak pernah meninggalkanku. Ubahlah tangisku menjadi harapan, lukaku menjadi kekuatan, dan hidupku menjadi kesaksian tentang kebangkitan-Mu. Utuslah aku untuk membawa sukacita-Mu kepada sesama. Amin.
7. Berkat
Semoga Tuhan yang bangkit menyapa hatimu pagi ini, memanggil namamu dengan kasih, dan memenuhi hidupmu dengan damai serta harapan baru.Semoga engkau dikuatkan dalam perjuanganmu, dihibur dalam air matamu, dan diteguhkan untuk menjadi pewarta kebangkitan-Nya. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu Romo John Subani, Pr.

Terima kasih Romo untuk renungan hari ini
Terimakasih Rm atas renungan.
Terima kasih Romo…. selanat suanf… berkah Dalem 🙏🙏