Ucapan Selamat Pagi:
Selamat pagi, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga pagi ini Tuhan menyentuh hati kita dengan Sabda-Nya yang sederhana tetapi meneguhkan iman kita.
Kutipan Sabda Hari Ini:
Sabda Tuhan hari ini diambil dari Injil Markus 8:11-13.
Orang-orang Farisi datang dan mulai berdebat dengan Yesus. Mereka meminta suatu tanda dari surga untuk mencobai Dia. Yesus mengeluh dalam hati-Nya dan berkata: “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Sesungguhnya tidak akan diberikan tanda kepada angkatan ini.” Lalu Ia meninggalkan mereka, naik ke perahu, dan bertolak ke seberang.
Tema Refleksi:
Tema Refleksi Hari ini Senin 16 Februari 2026 adalah “Iman yang Tidak Bergantung pada Tanda.”
Sahabatku terkasih dalam Kristus, Kadang kita seperti orang Farisi. Kita ingin bukti. Kita ingin tanda. Kita ingin Tuhan membuktikan diri-Nya sesuai dengan cara kita, yaitu: Jika doa saya dikabulkan, saya percaya., Jika masalah saya selesai, saya yakin Tuhan ada; Jika hidup saya lancar, iman saya kuat.
Tetapi Injil hari ini menunjukkan sesuatu yang menyedihkan yaitu Yesus mengeluh dalam hati-Nya. Ia sedih. Bukan karena orang-orang tidak melihat mujizat, tetapi karena hati mereka tertutup. Mereka sebenarnya sudah melihat begitu banyak. Orang sakit disembuhkan. Roti dilipatgandakan. Orang kerasukan dibebaskan. Tetapi hati yang keras selalu berkata: belum cukup. Masalahnya bukan kurang tanda. Masalahnya kurang percaya.
Kadang kita juga demikian. Kita meminta tanda besar, padahal Tuhan hadir dalam tanda kecil setiap hari, yaitu napas yang masih kita hirup, keluarga yang masih ada, kesempatan baru setiap pagi, damai kecil yang kita rasakan sesudah doa. Yesus tidak memberi tanda kepada angkatan yang mencobai-Nya. Dan kemudian Ia pergi. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang. Seakan-akan Ia berkata: iman tidak tumbuh dari sensasi, tetapi dari hati yang terbuka.
Sahabatku terkasih dalam Kristus, iman sejati bukan iman yang menunggu mukjizat spektakuler, tetapi iman yang setia dalam keheningan. Iman yang tidak selalu bertanya, “Tuhan, buktikan Engkau ada,” tetapi berkata, “Tuhan, aku percaya meski belum melihat.” Mungkin pagi ini ada yang sedang bergumul. Doa belum terjawab. Harapan belum tercapai. Tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia mungkin tidak selalu memberi tanda yang kita minta, tetapi Ia selalu memberi diri-Nya. Dan yang kita butuhkan bukan lebih banyak tanda, tetapi lebih banyak kepercayaan.
Tugas Perutusan Hari Ini:
Hari ini cobalah satu hal sederhana: Alih-alih meminta Tuhan memberi tanda, ucapkanlah syukur atas tiga hal kecil yang sudah Ia berikan. Belajarlah melihat kehadiran-Nya dalam hal-hal yang biasa, bukan hanya dalam hal-hal yang luar biasa.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunan-Mu kami rasakan jika sering meragukan-Mu. Ampuni kami jika hanya percaya ketika semuanya jelas dan mudah. Ajari kami iman yang sederhana, Iman yang tidak menuntut tanda, Tetapi percaya pada kasih-Mu setiap hari. Amin.
Berkat Perutusan
Semoga Tuhan meneguhkan iman kita hari ini. Semoga hati kita terbuka untuk mengenali kehadiran-Nya dalam hal-hal kecil. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Amin
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabatmu
Romo John Subani, Pr.
