Kasih: Jantung Iman Kita

1. Ucapan Selamat Pagi dan Refleksi Sabda

Selamat Pagi, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga hari ini kita memulai langkah dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan iman yang semakin mendalam kepada Tuhan yang selalu menyertai perjalanan hidup kita.

2.Kutipan Sabda

 Sabda Tuhan Hari Ini diambil dari  Markus 12:28-34

“ Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus berdebat dengan orang-orang Saduki dan tahu, bahwa Ia memberi jawab yang tepat kepada mereka, datang kepada-Nya dan bertanya:”Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu.” Dan hukum yang kedua ialah:“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari kedua hukum ini.

3.Tema Refleksi

 Tema Refleksi hari ini Jumat,13 Maret 2026 adalah  Kasih: Jantung Iman Kita

4. Refleksi

Sahabat terkasih, dalam Injil hari ini seorang ahli Taurat datang kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan yang sangat mendasar: Hukum manakah yang paling utama? Pertanyaan ini sebenarnya bukan sekadar soal hukum. Pertanyaan ini adalah pencarian tentang inti dari kehidupan iman. Yesus menjawab dengan sangat sederhana, tetapi juga sangat radikal. Ia tidak menunjuk pada puluhan perintah, tidak juga pada ritual atau aturan yang rumit. Ia merangkum semuanya dalam satu kata: kasih. Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.

Kasih kepada Tuhan berarti menempatkan Allah sebagai pusat hidup kita. Bukan hanya dalam doa, tetapi dalam setiap keputusan, setiap pilihan, dan setiap langkah hidup kita. Namun, Yesus tidak berhenti di situ. Ia langsung menambahkan hukum kedua: kasih kepada sesama manusia. Di sinilah keindahan iman Kristen. Kita tidak bisa mengaku mengasihi Tuhan tetapi menutup hati terhadap sesama. Kasih kepada Allah selalu terlihat dalam cara kita memperlakukan orang lain. Kadang kita berpikir bahwa hidup beriman itu rumit. Banyak aturan, banyak kewajiban, banyak tuntutan.

Namun, Yesus hari ini mengingatkan kita bahwa pada akhirnya iman kembali pada satu hal yang paling sederhana sekaligus paling sulit: belajar mengasihi. Mengasihi Tuhan dengan seluruh hidup kita. Mengasihi sesama dengan hati yang tulus. Ketika kasih menjadi pusat hidup kita, maka seluruh hukum Tuhan menemukan maknanya.

5. Tugas Perutusan Hari Ini

Hari ini cobalah bertanya pada diri sendiri: Apakah kasih sungguh menjadi pusat hidupku? Dan lakukan satu tindakan kasih yang sederhana hari ini: mendengarkan seseorang dengan sabar, mengampuni seseorang, atau membantu seseorang yang membutuhkan. Sering kali kasih yang kecil justru menjadi terang besar dalam hidup orang lain.

6. Doa

Tuhan Yesus yang penuh kasih, ajarilah kami untuk mengasihi Engkau dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kami. Bukalah hati kami agar mampu mengasihi sesama seperti Engkau mengasihi kami. Jauhkanlah kami dari hati yang keras dan sikap yang egois. Jadikanlah hidup kami tanda kasih-Mu di dunia ini. Amin.

7. Berkat Perutusan

Semoga Tuhan memberkati langkah kita hari ini. Dalam nama Bapa  dan Putra  dan Roh Kudus

Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku dari Sahabat Setiamu

Romo John Subani, Pr.

1 komentar untuk “Kasih: Jantung Iman Kita”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *