UCAPAN SELAMAT PAGI & REFLEKSI SABDA
1. Selamat Pagi
Selamat pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Hari ini Tuhan tidak datang dengan gemuruh, tetapi dengan kelembutan. Ia tidak memaksa, tetapi mengetuk. Dan pertanyaannya sederhana namun dalam: Apakah hatimu siap menjadi tempat tinggal-Nya hari ini?
2.Kutipan Sabda
Kutipan Sabda hari ini diambil dari Injil Lukas 1:26-38
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” (Luk 1:38)
3. Tema Refleksi
Tema refleksi hari ini Rabu 25 Maret 2026 adalah “Ketika Hati Berani Mengatakan: Ya kepada Allah.”
4. Refleksi
Kisah Maria dalam Injil hari ini bukan sekadar kisah seorang perempuan sederhana dari Nazaret. Ini adalah kisah tentang keberanian iman yang paling murni, iman yang berkata “ya” bahkan ketika tidak memahami segalanya. Maria tidak diberi jaminan hidup akan mudah. Ia tidak diberi kepastian bahwa semua orang akan mengerti dirinya. Bahkan, ia harus menghadapi risiko disalahpahami, ditolak, dan menderita. Namun di tengah semua ketidakpastian itu, Maria memilih percaya. Ia tidak berkata: “Tuhan, nanti dulu, saya pikirkan.” Ia tidak berkata: “Tuhan, beri saya tanda lagi.” Ia hanya berkata dengan hati yang total: “Jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Inilah iman sejati: bukan mengerti dulu baru percaya, tetapi percaya meskipun belum mengerti sepenuhnya.
Sahabatku, sering kali kita ingin mengikuti Tuhan, tetapi dengan syarat. Kita ingin berkata “ya”, tetapi dengan banyak “tapi”. Kita ingin Tuhan berkarya dalam hidup kita, tetapi kita tetap ingin mengendalikan segalanya. Maria mengajarkan kita satu hal yang sangat dalam: Allah tidak mencari manusia yang sempurna, tetapi hati yang terbuka. Hari ini, mungkin Tuhan juga datang kepada kita bukan melalui malaikat seperti Maria, tetapi melalui peristiwa hidup: melalui keluarga, pekerjaan, luka, panggilan, bahkan kegagalan kita. Dan Tuhan bertanya hal yang sama: “Maukah engkau menjadi tempat-Ku bekerja?” Pertanyaannya bukan: “Apakah kamu mampu?” Tetapi: “Apakah kamu mau percaya?” Karena ketika kita berkata “ya”, di situlah mukjizat mulai terjadi.
5. Tugas Perutusan Hari Ini
Hari ini, ucapkan satu “ya” kecil kepada Tuhan. Mungkin dengan menerima seseorang yang sulit… Mungkin dengan setia pada tanggung jawabmu… Mungkin dengan berani melangkah dalam panggilan hidupmu… Katakan dalam hatimu: “Tuhan, aku percaya. Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.”
6. Doa
Tuhan, aku sering ragu ketika Engkau memanggilku. Aku sering takut ketika jalan yang Engkau tunjukkan tidak jelas. Namun hari ini aku belajar dari Maria, untuk percaya tanpa syarat, untuk menyerahkan diri tanpa takut. Berilah aku hati yang berani berkata “ya” kepada-Mu, meskipun aku belum melihat seluruh jalan di depan. Jadilah kehendak-Mu dalam hidupku. Amin.
7. Berkat
Semoga Tuhan memberkati langkahmu hari ini, menguatkan imanmu seperti Maria, dan menjadikan hatimu tempat kehadiran-Nya yang hidup. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu
Romo John Subani, Pr.
