Ucapan Selamat Pagi dan Refleksi
Selamat pagi, Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus. Semoga hari ini hati kita terbuka untuk mendengarkan suara Tuhan yang berbicara melalui Sabda-Nya dan melalui mereka yang hadir di sekitar kita.
Kutipan Sabda:
Kutipan Sabda Hari Ini diambil dari Injil Matius 25:31–46
“Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:40)
Tema Refleksi:
Tema Refleksi hari ini Senin 23 Februari 2026 adalah “Mengenali Wajah Kristus dalam Yang Kecil dan Tersisih.”
Sahabatku terkasih dalam Kristus, Injil hari ini menghadirkan gambaran agung tentang penghakiman terakhir. Putra Manusia datang dalam kemuliaan-Nya, dan semua bangsa dikumpulkan di hadapan-Nya. Namun yang menarik, ukuran penghakiman itu bukan soal prestasi besar, bukan jabatan, bukan popularitas, bukan banyaknya kata doa yang diucapkan.
Ukuran itu sangat sederhana tetapi sangat radikal: Apakah kita memberi makan yang lapar? Apakah kita memberi minum yang haus? Apakah kita menerima yang asing? Apakah kita mengunjungi yang sakit dan yang dipenjara? Yesus tidak berkata, “Kamu membantu orang miskin.” Ia berkata, “Kamu membantu Aku.” Di sini terletak misteri terdalam iman kristiani: Kristus bersembunyi dalam yang kecil. Ia hadir dalam yang lapar, dalam yang tersingkir, dalam yang lemah. Dan sering kali kita tidak sadar bahwa yang kita lewati, yang kita abaikan, yang kita anggap biasa justru di sanalah Tuhan berdiri menunggu.
Sahabatku terkasih, kasih bukanlah teori. Kasih adalah tindakan konkret. Kerajaan Allah tidak dibangun oleh wacana, tetapi oleh sentuhan kasih yang nyata. Mungkin kita tidak bisa mengubah dunia hari ini. Namun, kita bisa mengubah dunia seseorang. Satu sapaan. Satu bantuan kecil. Satu kunjungan. Satu perhatian tulus.
Dalam dunia yang makin individualistis, Injil ini menjadi panggilan yang amat mendesak: jangan biarkan hati kita menjadi dingin. Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan urusan sendiri hingga lupa melihat wajah Kristus yang sedang menunggu dalam diri sesama. Pada akhirnya, hidup kita akan dipertanyakan oleh satu hal sederhana yaitu Sudahkah aku mengasihi?
Tugas Perutusan Hari Ini:
Hari ini, Sahabatku: Carilah satu kesempatan konkret untuk melakukan kebaikan kecil kepada seseorang yang mungkin sering terabaikan. Lakukan dengan sadar bahwa engkau sedang melayani Kristus sendiri.
Doa:
Tuhan Yesus, bukalah mataku agar aku mampu melihat Engkau dalam diri mereka yang kecil dan tersisih.
Lunakkan hatiku agar aku tidak menunda kasih. Jadikan hidupku saluran rahmat-Mu bagi mereka yang lapar, haus, sakit, atau kesepian. Ajar aku mengasihi bukan dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata. Amin.
Berkat Perutusan:
Semoga Tuhan memberkati langkah-langkahmu hari ini. Semoga Ia menajamkan matamu untuk melihat wajah-Nya dan melembutkan hatimu untuk melayani dengan sukacita.
Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu Romo John Subani, Pr.

Selamat pagi Romo Terima kasih untuk renungan hari ini