Saat Kebaikan Disalahpahami, Di Situlah Iman Diuji

UCAPAN SELAMAT PAGI & REFLEKSI SABDA

1. Ucapan Selamat Pagi

Selamat pagi, para Sahabat Sabda dan Pena yang terkasih dalam Kristus.

Hari ini, mari kita berhenti sejenak… tarik napas… dan izinkan Tuhan menyentuh hati kita di bagian yang paling rapuh.

2.Kutipan Sabda

Kutipan Sabda Hari Ini  diambil dari Injil Yohanes 10:31–42

“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” (Yoh 10:32)

3. Tema Refleksi

Tema Refleksi hari ini Jumat 27 Maret 2026 adalah  Saat Kebaikan Disalahpahami, Di Situlah Iman Diuji

4. Refleksi

Sahabatku terkasih dalam Kristus. Pernahkah kita merasa seperti ini…? Kita berusaha tulus, tetapi disalahartikan. Kita ingin berbuat baik, tetapi justru disakiti. Kita berkata jujur, tetapi dianggap salah. Dan diam-diam hati kita berkata: “Untuk apa aku berbuat baik, kalau akhirnya disalahpahami?” Hari ini, Yesus berdiri di tempat itu. Ia tidak hanya mengerti… Ia mengalami sendiri. Ia menyembuhkan, Ia mengasihi, Ia melakukan yang baik, tetapi justru hendak dirajam. Dan dengan suara yang mungkin penuh luka, Ia berkata: “Pekerjaan baik mana yang membuat kamu mau melempari Aku?”

Bayangkan itu… Tuhan yang mengasihi tanpa batas… ditolak oleh mereka yang Ia kasihi. Dan di sinilah hati kita disentuh: Yesus tidak berhenti berbuat baik,  Yesus tidak berubah menjadi pahit,  Yesus tetap setia… bahkan saat tidak dimengerti. Mengapa? Karena Ia tidak hidup untuk penilaian manusia, tetapi untuk kehendak Bapa.

Sahabatku terkasih… sering kali luka terbesar dalam hidup kita tidak datang dari musuh, tetapi dari mereka yang tidak memahami hati kita. Tetapi hari ini Yesus berbisik lembut:  “Tetaplah berbuat baik…”  “Tetaplah setia…”  “Aku tahu hatimu…” Tidak semua orang akan mengerti kita.

Tetapi Tuhan selalu mengerti. Tidak semua orang akan melihat kebaikan kita. Tetapi Tuhan tidak pernah melewatkannya. Dan percayalah… di balik penolakan, Tuhan sedang membentuk hati kita menjadi lebih murni.

5. Tugas Perutusan Hari Ini

Hari ini, jika engkau disalahpahami… jangan berhenti berbuat baik. Jika engkau terluka… jangan berhenti mengasihi. Tetaplah setia karena Tuhan melihat dan menyertai.

6. Doa

Tuhan Yesus,

Engkau tahu betapa sering aku lelah ketika kebaikanku tidak dimengerti. Engkau tahu luka yang kusimpan diam-diam. Hari ini aku datang kepada-Mu… dengan hati yang jujur dan terbuka. Kuatkan aku, ya Tuhan, agar aku tidak berhenti berbuat baik, tidak kehilangan kasih, dan tidak menyerah dalam iman. Ajarlah aku untuk hidup bukan demi pujian manusia, tetapi demi kasih-Mu saja. Amin.

7. Berkat Perutusan

Semoga Tuhan menyentuh hatimu hari ini, menyembuhkan lukamu yang tersembunyi, dan memberi kekuatan untuk tetap setia dalam kasih.  Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Doaku dan berkat untukmu semua, Sahabatku, dari Sahabat Setiamu Romo John Subani, Pr.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *