Tuhan Tidak Pernah Meninggalkanmu
Ketika Hati Manusia Takut Berjalan Sendiri, Yesus Datang Sebagai Penghibur
Bacaan: Kis 8:5-8.14-17; 1Ptr 3:15-18; Yoh 14:15-21
Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus, selamat pagi dan selamat hari Minggu.
Ada satu rasa sakit yang paling diam-diam menghancurkan hati manusia, yaitu perasaan ditinggalkan. Ada orang yang tampaknya tersenyum di luar, tetapi sebenarnya sedang merasa sendirian. Ada suami yang merasa tidak dimengerti. Ada istri yang diam-diam menangis dalam hati. Ada anak-anak yang haus perhatian. Ada orang tua yang merasa mulai dilupakan. Ada juga orang yang datang ke gereja hari ini sambil membawa luka yang tidak pernah diceritakan kepada siapa pun. Dan justru kepada hati-hati seperti itulah Yesus hari ini berkata: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.”
Saudara-saudariku… Kalimat ini bukan sekadar kata-kata indah. Ini adalah janji hati Tuhan. Yesus tahu bahwa hidup manusia tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika kita kuat. Tetapi ada juga malam-malam ketika kita hampir menyerah. Ada saat kita bisa tertawa bersama banyak orang, tetapi pulang ke rumah dengan hati kosong. Ada saat kita berdoa… tetapi merasa Tuhan diam.
Dan hari ini Tuhan berkata kepada kita: “Aku tidak meninggalkanmu.” Betapa indah Sabda ini. Kadang manusia meninggalkan kita. Sahabat bisa berubah menjadi orang asing. Orang yang pernah berjanji setia bisa pergi. Anak bisa melupakan orang tua. Keluarga bisa terluka karena kata-kata. Tetapi Tuhan tidak pernah pergi dari hidup kita. Bahkan ketika kita menjauh dari-Nya, Dia tetap berdiri menunggu kita pulang.
Saudara-saudariku -para sahabatku terkasih dalam Kristus,
Dalam bacaan pertama, Filipus datang ke Samaria dan mewartakan Kristus. Dan Kitab Suci mengatakan: “Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.” Mengapa ada sukacita? Karena ketika Tuhan sungguh hadir, hidup manusia mulai berubah. Yang terluka mulai disembuhkan. Yang putus asa mulai memiliki harapan. Yang gelap mulai menemukan terang.
Mungkin hari ini Tuhan juga ingin masuk ke “Samaria” dalam hati kita. Masuk ke bagian hidup kita yang lelah. Masuk ke keluarga yang mulai dingin. Masuk ke relasi yang retak. Masuk ke hati yang sudah lama kehilangan damai.
Tetapi sering kali masalahnya bukan Tuhan yang jauh dari kita. Masalahnya adalah hati kita terlalu penuh dengan kekhawatiran, ego, dendam, dan kesibukan sehingga tidak lagi memberi tempat bagi Tuhan untuk tinggal. Karena itu Yesus berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-Ku.” Kasih kepada Tuhan bukan hanya soal rajin datang misa. Kasih kepada Tuhan terlihat dari cara kita memperlakukan orang di rumah.
Percuma mulut memuji Tuhan di gereja, tetapi hati penuh kebencian di rumah. Percuma tangan terangkat saat doa, tetapi mulut melukai pasangan dan anak-anak. Percuma kelihatan rohani, tetapi tidak mau mengampuni. Yesus tidak mencari umat yang hanya pandai bicara tentang Tuhan. Yesus mencari hati yang sungguh hidup dalam kasih.
Saudara-saudariku-para Sahabatku terkasih dalam Kristus,
Hari ini Yesus juga menjanjikan Roh Kudus, Sang Penghibur. Mengapa Tuhan memberi Roh Kudus? Karena Tuhan tahu… ada saat manusia tidak kuat berjalan sendiri. Ada saat kita ingin menyerah pada hidup. Ada saat kita capek menjadi baik tetapi tidak dihargai. Ada saat kita lelah memikul masalah keluarga, ekonomi, dan pekerjaan. Tetapi Roh Kudus bekerja diam-diam dalam hati kita. Dialah yang membuat kita masih mampu bangun dan berdoa. Dialah yang membuat kita masih punya kekuatan untuk mengampuni. Dialah yang membuat kita tetap percaya meski hidup tidak mudah.
Saudara-saudariku -para Sahabatku yang terkasih dalam Kristus,
Hari ini mungkin Tuhan tidak langsung menghilangkan semua masalah kita. Tetapi Tuhan memberikan sesuatu yang lebih besar, yaitu kehadiran-Nya sendiri. Dan ketika Tuhan hadir, manusia tidak lagi berjalan sendirian. Karena itu, jangan menyerah. Kalau rumah tanggamu sedang dingin, jangan menyerah. Kalau anakmu mulai jauh dari Tuhan, jangan berhenti berdoa. Kalau hidupmu terasa berat, jangan tinggalkan Tuhan. Kalau hatimu terluka, jangan tutup dirimu dari kasih Tuhan.
Ingatlah ini: Tuhan mungkin tidak selalu mengubah keadaan secepat yang kita inginkan, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian menghadapi keadaan itu. Dan mungkin hari ini, setelah mendengar Sabda ini, Tuhan hanya meminta satu hal dari kita: “Tetaplah tinggal bersama-Ku.” Tetap berdoa. Tetap percaya. Tetap mengasihi. Tetap setia. Karena orang yang tetap tinggal bersama Tuhan tidak akan pernah benar-benar sendirian. Amin.

Selamat hari Minggu Rm. Terimakasih atas renungannya.