Homili Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Bacaan: Ul. 8:2-3.14b-16a; 1Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58
Misa Sambut Baru di Kapela sSnta Maria Imakulata Oeltua, 07 Juni 2026
Saudara-saudari. Khususnya anak-anak yang hari ini menerima Komuni Pertama, para orang tua, wali, dan seluruh umat Allah di Oeltua yang terkasih dalam Kristus, selamat hari raya Tubuh dan Darah Kristus.
Hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Mungkin sejak pagi anak-anak telah mengenakan pakaian terbaik mereka. Orang tua menyiapkan segala sesuatu dengan penuh sukacita. Banyak foto akan diambil. Banyak kenangan akan tersimpan. Tetapi, Saudara-saudariku, ada satu hal yang jauh lebih besar daripada semua itu.
Hari ini bukan hanya anak-anak yang menerima hosti pertama mereka. Hari ini Yesus sendiri datang dan tinggal di dalam hati mereka. Inilah mukjizat terbesar yang terjadi dalam Gereja. Dalam Injil yang baru saja kita dengarkan, Yesus berkata: “Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yoh. 6:51)
Yesus tidak berkata: “Aku akan memberimu hadiah.” Yesus tidak berkata: “Aku akan memberimu uang.” Yesus tidak berkata: “Aku akan memberimu keberuntungan.” Tetapi Yesus berkata: “Aku memberikan diri-Ku sendiri kepadamu.” Itulah Ekaristi.
Di dunia ini, tidak ada cinta yang lebih besar daripada seseorang yang memberikan dirinya sendiri bagi orang yang dicintainya. Dan itulah yang dilakukan Yesus. Ia memberikan tubuh-Nya. Ia memberikan darah-Nya. Ia memberikan seluruh hidup-Nya. Karena Ia mencintai kita. Anak-anakku yang terkasih,
Hari ini ketika kalian maju menerima Komuni Kudus, kalian tidak menerima roti biasa. Kalian menerima Yesus yang hidup. Yesus yang menyembuhkan orang sakit. Yesus yang mengampuni orang berdosa. Yesus yang membangkitkan orang mati. Yesus yang mati dan bangkit demi keselamatan kita. Hari ini, Yesus masuk ke dalam hati kalian. Karena itu, hati kalian harus menjadi rumah yang indah bagi Yesus.
Bagaimana caranya? Dengan rajin berdoa. Dengan menghormati orang tua. Dengan tidak berbohong. Dengan tidak mencuri. Dengan rajin mengikuti Misa. Dengan mengasihi teman-teman. Jika kalian hidup seperti itu, Yesus akan merasa nyaman tinggal di dalam hati kalian.
Saudara-saudariku khususnya anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
Bacaan pertama mengingatkan bangsa Israel bahwa selama perjalanan di padang gurun Tuhan memberi mereka manna dari surga. Manna menyelamatkan mereka dari kelaparan. Tetapi manna hanya memberi hidup sementara. Sedangkan Ekaristi memberi hidup yang kekal. Manna diberikan setiap hari. Ekaristi diberikan sampai akhir zaman. Manna memelihara tubuh. Ekaristi memelihara jiwa.
Karena itu Gereja menyebut Ekaristi sebagai makanan perjalanan menuju surga. Anak-anak kita hari ini memulai perjalanan iman yang panjang. Maka pertanyaan penting bagi para orang tua adalah: Apakah setelah Komuni Pertama ini anak-anak akan tetap datang ke gereja? Sering kali setelah pesta selesai, pakaian disimpan, foto dipajang, tetapi anak-anak jarang lagi mengikuti Misa.
Padahal Komuni Pertama bukan garis akhir. Komuni Pertama adalah langkah pertama. Hari ini sebenarnya bukan akhir pelajaran iman. Hari ini adalah awal persahabatan anak-anak dengan Yesus. Karena itu, saya ingin mengajak para orang tua: Jangan hanya mengantar anak sampai altar hari ini. Antarlah mereka juga setiap hari kepada Yesus. Ajari mereka berdoa. Bacakan Kitab Suci. Bawalah mereka ke misa hari Minggu. Jadilah teladan iman di rumah. Sebab anak-anak lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Jika ayah dan ibu mencintai Ekaristi, anak-anak juga akan mencintai Ekaristi.
Dalam bacaan kedua, Santo Paulus mengatakan: “Karena roti adalah satu, maka kita sekalipun banyak merupakan satu tubuh.” Ekaristi tidak hanya mempersatukan kita dengan Yesus. Ekaristi juga mempersatukan kita satu sama lain. Karena itu sesudah menerima Komuni, kita dipanggil menjadi pembawa damai. Tidak saling membenci. Tidak saling memfitnah. Tidak saling menyakiti. Sebab kita semua makan dari roti yang sama.
Saudara-saudariku-anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
Hari ini Yesus mengetuk hati anak-anak kita. Ia berkata: “Bolehkah Aku tinggal di dalam hatimu?” Dan anak-anak kita menjawab: “Ya Tuhan, tinggallah dalam hatiku.” Semoga sejak hari ini hati mereka menjadi tabernakel hidup. Semoga mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang mencintai Tuhan. Semoga keluarga-keluarga di Oeltua menjadi keluarga yang mencintai Ekaristi. Dan semoga setiap kali kita menyambut Tubuh dan Darah Kristus, kita semakin menyerupai Kristus sendiri.
Mari kita berdoa:
Tuhan Yesus, hari ini Engkau datang ke dalam hati anak-anak kami. Tinggallah bersama mereka. Lindungilah mereka. Tuntunlah langkah mereka. Jadikanlah keluarga-keluarga kami keluarga yang mencintai Ekaristi, sehingga suatu hari kami semua boleh berkumpul bersama-Mu dalam perjamuan abadi di surga. Amin. Doa dan berkat untukmu semua. Rm. John Subani,Pr

Terimakasih Rm atas renungan. Amin.