Yesus Naik ke Surga… Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita

HOMILI HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Kamis 14 Mei 2026

Berdasarkan: Kisah Para Rasul 1:1-11; Efesus 1:17-23; Matius 28:16-20

Yesus Naik ke Surga… Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita

Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus, Selamat Pagi, Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga.

Hari Raya Kenaikan Tuhan sering kali dipahami secara sederhana sebagai “hari perpisahan.” Seolah-olah Yesus pergi jauh meninggalkan dunia dan kembali kepada Bapa. Tetapi sesungguhnya, Hari Raya ini bukanlah kisah tentang kehilangan. Ini adalah kisah tentang harapan. Ini adalah kisah tentang kasih Tuhan yang tetap tinggal bersama umat-Nya sampai akhir zaman.

Banyak orang dalam hidup ini merasa ditinggalkan. Ada orang yang merasa ditinggalkan keluarga. Ada yang merasa ditinggalkan sahabat. Ada yang merasa ditinggalkan pasangan hidup. Ada yang merasa doanya tidak didengar Tuhan. Bahkan ada yang diam-diam berkata dalam hatinya: “Tuhan, Engkau masih ada bersama saya atau tidak?” Dan justru di tengah luka itulah Injil hari ini datang membawa kabar penghiburan yang luar biasa.

Dalam Injil Matius, sebelum Yesus naik ke surga, Ia berkata: “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:20) Perhatikan baik-baik: Yesus naik ke surga, tetapi Ia tidak meninggalkan manusia. Tubuh-Nya memang terangkat ke surga, tetapi kasih-Nya tetap tinggal di bumi. Kenaikan Yesus adalah Awal Pengharapan Baru

Para murid sebenarnya sedih ketika melihat Yesus terangkat ke surga. Mereka berdiri menatap langit dengan hati penuh pertanyaan. Mereka takut berjalan sendiri. Mereka takut menghadapi dunia tanpa Yesus. Bukankah itu juga sering terjadi dalam hidup kita? Kadang kita takut menghadapi masa depan. Takut menghadapi penyakit. Takut menghadapi ekonomi yang sulit. Takut menghadapi keluarga yang retak. Takut menghadapi kesepian dan penolakan. Tetapi malaikat berkata kepada para murid:”Mengapa kamu berdiri melihat ke langit?” (Kis. 1:11). Artinya: Jangan hanya berdiri dalam ketakutan. Jangan hanya tenggelam dalam kesedihan. Jangan hanya menangisi masa lalu. Karena iman bukan hanya soal menatap langit, tetapi juga keberanian berjalan di bumi sambil percaya bahwa Tuhan menyertai kita. Yesus Naik untuk Membuka Jalan bagi Kita.

Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus, Kenaikan Tuhan adalah tanda bahwa surga kini terbuka bagi manusia. Yesus lebih dahulu masuk ke dalam kemuliaan Bapa agar suatu hari kita juga mempunyai harapan yang sama. Karena itu Santo Paulus dalam surat kepada jemaat di Efesus berkata bahwa Kristus kini duduk di sebelah kanan Bapa dan berkuasa atas segala sesuatu. Artinya apa? Artinya penderitaan bukan akhir. Air mata bukan akhir. Kegagalan bukan akhir. Kematian pun bukan akhir. Tujuan akhir hidup manusia bukan kuburan. Tujuan akhir hidup manusia adalah surga. Dan hari ini Yesus berkata kepada kita: “Aku sudah membuka jalannya. Tinggallah setia berjalan bersama-Ku.” Iman Tidak Boleh Berhenti di Gereja

Dalam Injil hari ini Yesus memberi perintah terakhir:  “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Artinya iman tidak boleh hanya tinggal di altar. Iman harus turun ke rumah. Turun ke keluarga. Turun ke tempat kerja. Turun ke media sosial. Turun ke dunia yang sedang terluka. Dunia hari ini haus kasih. Haus pengharapan. Haus damai.

Banyak orang tersenyum di luar, tetapi hancur di dalam. Banyak orang terlihat kuat, tetapi diam-diam menangis setiap malam. Dan mungkin Tuhan sedang mengutus kita menjadi tanda kehadiran-Nya bagi mereka. Kadang evangelisasi terbesar bukan khotbah panjang. Tetapi hati yang mau mendengar. Tangan yang mau menolong. Kata-kata yang menguatkan. Kesetiaan dalam keluarga. Kesabaran menghadapi orang lain. Yesus Tidak Pergi… Ia Tinggal dalam Cara yang Baru

Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus,

Hari ini kita merayakan Yesus yang naik ke surga. Tetapi kita juga merayakan Yesus yang tetap hadir: hadir dalam Ekaristi, hadir dalam Sabda-Nya, hadir dalam Gereja, hadir dalam orang miskin, hadir dalam keluarga, hadir dalam air mata manusia, hadir dalam luka yang kita bawa diam-diam. Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang lelah. Sedang kecewa. Sedang merasa hidup terlalu berat.

Ingatlah ini: Yesus tidak pernah meninggalkanmu. Kalau hari ini engkau masih bisa bernapas, itu tanda Tuhan masih berjalan bersamamu. Kalau hari ini engkau masih bisa menangis dalam doa, itu tanda Tuhan belum melepaskan tanganmu. Kalau hari ini engkau masih datang ke gereja, itu tanda Roh Kudus masih bekerja di dalam hatimu.

Saudara-saudariku terkasih, dalam Kristus. Kenaikan Tuhan bukan akhir cerita Yesus. Kenaikan Tuhan adalah awal perutusan Gereja. Hari ini Tuhan mengajak kita untuk berhenti hidup dalam ketakutan dan mulai berjalan dalam iman. Karena Kristus yang naik ke surga itu tetap berkata kepada kita: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Dan semoga dari perayaan ini, hati kita diteguhkan kembali:Kita tidak berjalan sendiri. Kita tidak ditinggalkan. Surga terbuka bagi kita. Dan Tuhan tetap bersama kita. Amin.

 Doa dan berkat untukmu semua, sahabatku. Rm. John Subani, Pr

1 komentar untuk “Yesus Naik ke Surga… Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *